Pancake · Waffle

Brussels Spring: Belgium Chocolate Delight

Suatu pagi menjelang siang di hari Minggu yang cerah, lagi-lagi Damas gagal mencicipi pancake dan Breggfast di Maple Snuggles padahal kita udah nyari sampe ke Jln. Lombok karna Maple Snuggles-nya belum buka. Hoho..
Akhirnya, kita ke Brussel Spring aja 🙂 Jenis makanan utama yang ditawarkan di sini adalah waffle dengan olahan coklat, karna Belgium memang identik dengan waffle dan coklatnya.

Waffle yang ditawarkan ada yang berupa sweet dish dengan topping coklat, buah, ice cream, dll. Ada juga waffle yang toppingnya daging-daging dengan olahan bergaya Eropa gitu. Selain waffle, ada pancake, ice cream, cake, dan heavy-meals semacam steak juga. Dan pastinya ada coklat-coklat berbagai macam rasa dan bentuk yang dijual di sini.

Berhubung waktu ke sana dalam keadaan perut lapar, kita ga mencoba waffle/pancake yang manis karna mungkin lebih cocok di makan di sore hari kali ya 😀

Kita pesen Milanese Cheese Waffle dan Belgian Pancake Beef Bacon untuk menu makanan. Milanese Cheese Waffle-nya ga pelit daging (baca: dagingnya banyak) dan ga pelit keju.

milanesse cheese waffle

Untuk Belgian Pancake Beef Bacon, si pancake-nya dibuat tipis. Campurannya tentu saja beef bacon, lalu ada potongan paprika, jagung, jamur, dan bawang bombay-nya. Waktu dimakan, si daging baconnya kurang terasa si, soalnya agak dikit gitu, tapi rasanya unik karna ada perpaduan daging, jagung, sayur-sayuran, dan sedikit mayo.

Di foto 2 makanan di atas terlihat agak sedikit ya porsinya, tapi kalo udah dimakan, lumayan mengenyangkan loh ( terutama si Milanese Cheese Waffle) :p

Karna makanannya bukan yang manis-manis, untuk minumannya kita memilih Brussel Choco yang hangat dan terasa banget coklatnya.

Daan, Cold Naughty Choco. Minuman coklat Belgian dicampur dengan hazelnut dan cream. Kalau menurut saya sih minuman ini agak kemanisan gitu. Tapi hazelnutnya walaupun berupa potongan-potongan saja, masih terasa banget :9


Untuk ukuran mahasiswa makanan di sini cukup mahal. Untuk ice cream dan 1 potong cake sekitar 15 – 25 ribu, waffle rata-rata di atas 30 ribu dan heavy meals-nya di atas 50 ribu.

Kapan-kapan pengen mampir lagi ke sini untuk mencicipi sweet dish/ice creamnya. Hehe..

Brussels Spring

Alamat:
Jalan Sumatra 30 Bandung
Telp:
022-4264104
Jam Buka:
Senin – Jumat 10:00 – 23:00
Sabtu – Minggu 10:00 – 00:00

*sekilas info*
Pernah diceritain teman, coklat Belgia adalah perintis varian coklat dan confection yang olahannya dikombinasikan dengan kacang-kacangan atau karamel atau bahan lain seperti kopi, buah-buahan, atau cream, yang disebut praline. Sampai sekarang campuran  praline yang sering digunakan adalah kacang almond atau hazelnut 😀
*selesai*

Tetap kalap, tetap sehat, dan tetap bahagia! 😀

Iklan
Gado-Gado

Gado-gado ‘Warna Rasa’ Warnai Hariku

2 hari pertama di minggu ini saya lalui dengan sakit-flu-agak-berat, yang membuat saya mau tidak mau harus tahu-diri dan tidak keluyuran dulu. Namun, untungnya, di dekat kosan saya ada gado-gado yang menurut saya super enak, dan tanpa keraguan pun saya ajak Elvina untuk sarapan di tempat itu, dan (tampaknya) tanpa keraguan pula dia menyetujui, ditambah lagi memang selama ini saya sudah sering bercerita betapa sukanya saya sama gado-gado ini, hoho. 😀

Gado-gado tersebut bertitel Gado-Gado Warna Rasa, terletak di bilangan Cisitu di sebelah selatan Indomaret, di seberang tempat ngetem favorit angkot Cisitu-Tegallega. Tapi mungkin jika tidak teliti tidak tampak jelas, karena sebenarnya tempat berjualannya bukan seperti warung makan, tapi hanya seperti booth-gado-gado gitu, dan di situ terdapat beberapa booth-booth makanan lain juga. Tempat ini buka jam 9 an sampai sore hari sehabisnya.

Setelah beberapa saat menunggu sang bapak meracik dengan seksama, tibalah pesanan kami (yang difoto punya Elvina soalnya yang punya saya piringnya piring bulat biasa, bukan daun2 keren, hehe):
gado-gado

Kalau dari isi sayurannya, sebenarnya mungkin biasa saja, irisan kol, timun, taoge, kentang, selada, tahu, dan sejenisnya, namun bumbunya menurut saya benar-benar enak ! Jadi bumbunya itu kental dan lembut banget, bagaikan tidak ada kacang dan gula merah yang gagal terblender (asumsi bapaknya pake blender) dengan sempurna, dan saya suka sekali rasa manisnya, susah menjelaskan si sebenarnya, tapi menurut saya sudah pas sekali, hehe. Apalagi kalau belinya pagi-pagi, di saat bumbunya masih agak hangat, nyyeeemm, yummy banget.

Lalu lalu, bagian lain yang jadi favorit saya adalah selain kerupuk, ada emping juga, saya selalu membiarkan emping itu tidak termakan sampai di penhujung acara makan saya, di mana kemudian saya menemukan emping-emping yang ada sudah berlumur bumbunya, rasanya menurut saya orgasmus banget, salah satu yang bikin saya ketagihan gado-gado ini, hehe. 😀

Serunya, saya menulis postingan ini sambil makan gado-gadonya lo, jadi setiap kata yang saya ketikkan tampaknya cukup akurat menggambarkan sensasi yang saya rasakan akan gado-gado ini, Saya memang sering sekali sarapan gado-gado ini, makanya, tidak berlebihan tampaknya kalau saya beri judul “Gado-gado ‘Warna Rasa’ Warnai Hariku”, hahaha.

Dari hasil ngobrol-ngobrol dengan bapaknya, ternyata Warna Rasa yang di Cisitu ini adalah cabang. Pusatnya, yang notabene milik orangtua sang bapak, terletak di jalan Pagarsih, buka jam 4 an katanya. Saya sendiri belum pernah mencoba, tampak jauh tempatnya. Hehe.

Harga 1 porsi gado-gado ini adalah Rp 8000, tapi tadi bapaknya ngomong ke saya kalau mulai awal Juli bakal naik jadi Rp 9000, well, asal rasa dan kualitasnya masih sama, ga masalah si harusnya. 😀

Oke, tetap kalap, tetap sehat (karena makan sayur-sayuran, hoho), dan tetap bahagia ya !

Sate

Sate Di Balik Gedung Sate

Awalnya saya dan Elvina hari ini ingin mencoba Maple Snuggles, namun saat saya ke jalan Laswi 1, kami ga menemukan benda yang dicari. (siangnya kami baru tahu kalau Maple Snuggles untuk sementara pindah ke Jalan Lombok 9 – semoga dalam waktu dekat dapat mencoba dan tentu saja menge-post-nya di blog ini 😀)  Akhirnya saya teringat pernah makan sate yang enak di belakang Gedung Sate, dan setelah Elvina manggut-manggut setuju, kamipun meluncur ke situ.

Jadi sate tersebut terletak di belakang Gedung Sate, berada di antara penjual-penjual makanan  kaki-lima yang lain. Terakhir saya makan di situ sekitar tahun 2007, dan tadi entah kenapa senang sekali menemukan sate tersebut masih ada, soalnya seingat saya, sate di situ enak sekali, sayang banget kalau udah ga ada lagi, hoho. Sate tersebut tidak bernama, setidaknya tidak ada plang atau spanduk apapun terpampang, soalnya memang ibu yang berjualan sekedar duduk di sebuah bangku kecil dan pembakar satenya ditaruh begitu saja di trotoar. 😀

Kamipun segera memesan 2 porsi sate ayam. Tidak seperti kebanyakan sate, sate di tempat ini sebelumnya telah dimasak hingga matang terlebih dahulu sebelum dibakar, jadi selain waktu membakarnya jadi lebih cepat, satenya juga tidak sampai gosong-gosong gitu, jadi tampak ciamik sekali, hehe. Kira-kira seperti begini :

sate-ayam

Setelah gigitan pertama, saya menjadi makin senang, karena rasanya ternyata masih enak sekali, hehe. Dan walaupun sate ayam, tapi potongan dagingnya tidak kecil-kecil, sehingga saat dimakan bersama bumbu kacangnya mantap sekali rasanya. Hal menarik lainnya adalah penyajian sate ayam di sini tidak memakai piring, tetapi masih memakai daun pisang (di-pincuk kalau orang jawa bilang).

Setelah selesai makan, sayapun memutuskan untuk ‘mengetes’ sate sapi-nya sekalian. 😀 Kali ini saya memesan sate sapi tanpa lontong.

Sate sapinya enak juga lo sebenarnya, namun karena sebelumnya baru saja makan sate ayam yang rasanya ultimate, jadi berasa biasa saja, hehe.

Lalu Elvina juga sempat memesan es buah juga, karena seingat saya es buah di situ juga enak, dan inilah hasil pesanannya:

es-buah

Isi dari es buah-nya unik dan agak lain dari yang lain, jadi selain buah-buah yang biasa ada di es buah pada umumnya, terdapat agar-agar, sawo, jambu biji, mangga, dan stroberi. Es buah yang enak dan menarik. 😀

Harga sate ayam maupun sate sapi per porsi nya adalah Rp 12.000 kalau pake lontong dan Rp 11.000 kalau tanpa lontong (saya mengambil kesimpulan bahwa harga lontongnya adalah Rp 1.000, hehe).

Begitulah pengalaman kuliner kami siang ini, sampai jumpa di pengalaman yang lain. Tetap kalap, tetap sehat, dan tetap bahagia! 😀

Bubur · Masakan Cina

Ta Wan: Bukan bubur biasa

Kemarin saya dan Elvina ke Ta Wan yang ada di PVJ karena sedang ingin makan bubur. Dengan tagline The Porridge Place, sudah sepantasnya selain buburnya enak, Ta Wan menyediakan pilihan bubur yang banyak. Dan setelah bingung-bingung memilih kemarin, akhirnya kami menjatuhkan pilihan pada Bubur Telor Asin dan Ayam Pitan.

Ada 2 pilihan untuk tiap menu bubur, yaitu Regular atau Large (selisih harganya hanya Rp 500 – Rp 1000), kami pilih yang large. Eits, tapi kami pesan yang porsi besar bukan karena kalap, tapi karena memang kami cuma memesan 1 buat berdua, karena emang banyak banget. Kecuali kalau emang porsi makannya besar atau  sedang super lapar, saya ga menyarankan pesan 1 porsi untuk sendirian, hehe. Dan jangan lupa memesan mangkuk tambahan kalau mau makan seporsi bareng2. 😀 (setelah cari2 dan tanya2 dari teman saya Si Babi,  ta wan itu adalah pelafalan dari da wan (大碗) yang artinya mangkok besar , pantesan aja 😀)

Bubur Telor Asin Ayam Phitan

Begitulah bentuk dari si bubur, yang hitam-hitam itu adalah pitan-nya. Pitan atau sering disebut telur 1000 tahun sendiri adalah telur bebek yang telah diawetkan dengan bumbu2 tertentu sehingga membuat telur menjadi hitam transparan dan kenyal seperti jelly (hasil googling :D). Sebenarnya buat saya agak aneh di lidah sih karena hampir ga pernah makan pitan, tapi enak-enak aja sebenarnya.

Selain bubur kami memesan Ayam Saus Lemon dan Tahu 5 Rasa, niatnya si memesan sayur2an, tapi apa mau dikata kegelapan mata berkata lain. Hoho.

Ayam Saus Lemon

Ayam saus lemon-nya enak, daging ayam-nya pas rasanya dan potongannya mantap, tapi saus lemon nya entah kenapa terasa terlalu manis dan kental, jadi curiga itu sebenarnya sirup jeruk yang sekedar dituang, haha.

Tahu 5 Rasa

Yang agak unik sebenarnya si Tahu 5 Rasa ini, jadi sebenarnya benda ini adalah tahu jepang yang digoreng, kemudian di atasnya ada taburan gandum dan bubuk manis (lebih terasa seperti oatmeal di lidah saya sebenarnya), lalu ada potongan hijau-hijau yang tidak tahu itu apa, dan potongan merah-merah yang tak lain adalah cabai kering. Sensasinya emang gimanaa gitu, tapi jujur, menu ini tidak bisa dibilang tidak menarik, hehe.

Di penghujung acara makan kami kemarin, Elvina mencoba ayam saus lemon dengan dilumuri bumbu2 dari si tahu 5 rasa, dan hasilnya adalah “Kaya lagi makan roti rasa ayam”, hahaha.

Untuk harga menu buburnya sendiri berkisar antara Rp 10.000 – Rp 20.000 an. Kalau untuk makanan selain bubur, harganya berkisar Rp 20.000 – Rp 60.000, biasanya yang relatif lebih mahal adalah menu bebek atau menu kepiting, yang sayangnya kemarin belum dicoba.

Ocai, sampai jumpa di pengalaman kuliner kami yang lain. Tetap kalap, tetap sehat, dan tetap bahagia! 😀

Masakan Cina Peranakan

Sagoo Kitchen: Let’s remember the good old times

Jadi beberapa waktu lalu sempat mencicipi makanan Sagoo Kitchen yang di PVJ. Waktu itu saya mesen I Fu Mie sedangkan Damas yang lagi diet sudah kenyang hanya memesan cemilan dan minuman 🙂 I Fu Mie yang datang super sekali. Banyak dan enak! Puas banget deh. Kriuk-kriuk mie nya oke plus sayur-sayuran yang banyak dan menyehatkan tentunya.

Nah, beberapa minggu kemudian karena Damas tidak sempat icip-icip main menu di Sagoo, akhirnya kita berkunjung lagi, namun kali ini yang di Jalan Riau.

Sesuai dengan tema yang diangkat oleh Sagoo Kitchen, yaitu Let’s remember the good old times, suasana yang terasa waktu memasuki restoran ini adalah so jadul 😀 Banyak benda-benda yang dipajang di sekitar ruangan yang mengingatkan kita pada masa kecil dan jaraaang banget ditemui di jaman sekarang seperti piring dan cangkir logam dengan ornamen bunga, termos jadul, kaleng susu dan biskuit merek jaman dahulu, rantang kayu, dll. Hoho. Di sekitar meja kasir juga ada jajanan dan cemilan ala jaman kecil dulu. So nostalgic!

Pilihan menu untuk disantap pada kali ini adalah Nasi Goreng Teri Medan, I Fu Mie, dan Putu Mayang Pisang.

Untuk Nasi Goreng Teri Medan, awalnya sempat mengira terinya bakal cuma dikit di pinggir nasi goreng (pernah makan yang kayak gini soalnya). Tapi ternyata banyak dan tercampur rata di nasi gorengnya. Tapi, walaupun terinya banyak, rasanya pas dan ga keasinan. I fu mie yang di Sagoo cabang Riau ini emang ga sebanyak yang di PVJ, tapi masih oke 🙂 Si putu mayang pisang 1 porsi ada 5 biji.

Range harga makanan/minuman di Sagoo berkisar dari Rp 10.000 sampai Rp 30.000an. Menu lain yang disediakan antara lain : Ayam Goreng Wangi (it always reminds me of my childhood), Nasi Goreng Otok Owog , Nasi Goreng Tempoe Doeloe, Bistik Sapi ala Sagoo, Kwey Teaw Siam, Kopi Lay, Teh Poci, Milo Dinosaurus (susu coklat + beberapa sendok milo bubuk di atasnya), Teh Tarik Lay, Es Katjang Singapore, Es Campoer Malaka, dll.

Sagoo Kitchen

Alamat:

  • Jl. RE. Martadinata (Riau) No.207, Bandung
  • Paris Van Java Lt. GF, Jl. Sukajadi No. 137 – 139

Jam buka: 10:00  –  22:00

Mie · Non Halal

Mie Danau Toba

Halo halo, ini adalah postingan pertama saya, semoga mengenyangkan mencerahkan. 🙂

Waktu itu sekitar tengah april, saya lupa gimana si awalnya, saya udah janjian sarapan bersama Elvina lalu pingin coba2 benda-benda baru, hehe. Lalu saat googling dapat sebuah postingan blog yang judulnya Mie Danau Toba : Menu Sarapan Sekaligus Makan Siang. Dari judulnya aja udah tersirat jelas kalau porsinya banyak banget, hoho, waktu itu mikirnya jelas harus dicoba.

Dan, petualangan pun dimulai, di blog tadi disebutkan lokasinya di Jalan Cibadak di depan Toko Buku Merauke, pertama saya kira di Jalan Cibadak yang sebelah timurnya Gardujati, dan ga ketemu2, setelah tanya pada seorang om-om yang baik hati, ternyata toko buku Merauke terletak di jalan Cibadak yang bagian baratnya Gardujati. Lalu ketemu deh, tepat abis belokan, di kanan jalan. Agak bingung juga pas nemu ternyata bukan rumah makan, tapi ternyata gerobak gitu, fakta mengejutkan tersebut membuat makin penasaran (dan kelaparan) aja.

Di menunya tersedia yamien dan yahun, dan seperti biasa, bisa pilih mau asin apa manis. Waktu itu saya pesan yamien manis, Elvina pesan yamien asin. (nantinya bakal ketuker, jadi saya dapat yamien asin, tapi lalu yamien asin nya saya konversikan jadi yamien manis dengan cara menambahkan kecap manis banyak2). Dada saya waktu itu agak berdebar-debar waktu menunggu pesanan datang karena udah kelaparan. Dan beberapa saat kemudian, datanglah makanannya, bentuknya seperti ini

Mie Danau Toba

Tampak enak bukan ? Hehe. Jadi di mie nya itu ada char siew alias babi panggang (ketutupan pangsit padahal banyak 😦), telor kecap, pangsit, dan mie-nya yang tipis2, sekilas mirip kwetiauw. Bisa dilihat porsinya gimana, sampai mangkuknya penuh. 😀

Kuah Mie Danau Toba

Daan, yang agak heboh adalah kuahnya, isinya ada bakso, kulit goreng, usus babi, pangsit, dan sayur. Wow banget kan, hehe.

Ternyata selain banyak, enak juga, jadi puas banget lah. Tapi mungkin karena porsinya yang menggila, di akhir2 ada saya merasakan sensasi kekenyangan yang kurang mengenakkan, hehe.

Dan saya menyimpan fakta menyenangkan ini untuk penutup tulisan ini, yaitu, harganya cuma Rp 13.000,oo. 😀

Tak Berkategori

Halo dunia!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.