Lumpia · Masakan Nusantara · Nasi Pecel

Lumpia Semarang: Serasa Makan Istimewa di Rumah

Yak, jumpa lagi dengan joshua, di minggu pagi yang dingin ini, izinkan saya kembali membagi pengalaman kuliner kami. Kali ini kita akan bercerita tentang Lumpia Semarang, eits, yang saya maksud di sini bukan lumpia dari semarang yang berupa benda yang berkulit tepung dan berisi rebung itu (emang si ada hubungan eratnya), tapi yang saya maksud adalah tempat makan bernama Lumpia Semarang yang letaknya ada di Jalan Badak Singa, Bandung. Ada yang belum di mana itu jalan Badak Singa ? Kalau dari tamansari, dari atas, beberapa saat sebelum perempatan dengan jalan layang Pasupati ada belokan ke kiri kan ya, nah itu Jalan Badak Singa. Hoho.

Tempatnya itu seperti sebuah ruangan panjang seperti garasi di sebuah rumah biasa gitu, jadi mungkin kalau ga teliti waktu nyari bisa kelewatan. Kalau menurut saya si, suasananya ga kaya restoran gitu, nyaman, lalu waiter nya juga rata-rata sudah berumur setengah baya ke atas. Kalau dari menunya, wuah, liat menunya udah serasa liat tabel-tabel di excel, soalnya emang banyak banget, langsung bingung deh milihnya. Semua yang di sini masakan Indonesia gitu si, jadi sekilas emang berasa biasa dan gitu-gitu aja, mulai dari Lumpia Ayam (tentunya 😀), berbagai macam nasi (Langgi, Pecel, Gudeg, Berkat, Kuning, Urap, Timbel, Rawon, dan buanyak lagi), mie-miean, dan cemilan-cemilan (semacam tahu pong, tahu gimbal, tahu telur), dan beberapa puluh baris menu lainnya. Hiks Hehe.

Jadi pertama dengan pasti kita memesan Lumpia Ayam yang goreng, lalu dengan rekomendasi dari seorang teman, saya memesan Nasi Pecel Spesial, Elvina sebenarnya pingin memesan Nasi Begana Minggu, tapi ternyata cuma ada di hari minggu (dan abis itu kami baru ngerti maksudnya ada kata Minggu di nama menunya, haha), jadi dia akhirnya memilih memesan Nasi Berkat Spesial, dan (seperti biasa) juga memesan es Cincao.

Tak lama, muncul deh bendanya:

Lumpia Ayam

Tidak dapat dipungkiri, lumpia yang satu ini emang enak, selain diberi bumbu manis-manis yang kental seperti biasa, ada juga acar lobak (yang akhirnya cuma saya cicipi dikit). Lumpianya berisi rebung dan potongan daging ayam, lalu kulitnya agak keras gitu, semarang banget lah. Hati-hati kalau memesan menu ini jangan buru-buru makan, pastikan udah ga panas lagi, hehe.

Nasi Pecel SpesialNah, di atas itu adalah foto Nasi Pecel Spesial. Sebenarnya, saya kurang tertarik dengan pecel, saya jauh lebih suka lotek ataupun gado-gado walaupun sebenarnya mirip-mirip, tapi begitu melihat yang satu ini, menarik juga, jadi selain ada pecelnya, masih ada kaya masakan daging yang kehitaman itu, sama ada satu lagi yang saya ga tau namanya, lalu ada telor dan kerupuk juga, dan ada ayam gorengnya juga. Daan, begitu suapan pertama, wuooh, enak banget, haha, saya ga ingat pernah makan pecel seenak ini sebelumnya, apalagi yang suwiran daging itu juga enak, berasa banget di lidah. Juga ayamnya yang sekilas tampak seperti ayam goreng biasa ternyata enak (walau kecil 😛), ayam kampung nampaknya.

Nasi Berkat SpesialSedangkan Nasi Berkat Spesial punya Elvina ga jauh beda, sama-sama enak, kalau menurut saya si karena selain di setiap menu ada beberapa lauk yang cocok kombinasnya, masing-masing punya rasa yang kuat dan pas aja si, cocok banget si kalau di lidah saya, hehe. O iya, sepanjang yang saya tahu, Nasi Berkat itu berasal dari ketika jaman orang-orang masih sering kenduri untuk merayakan sesuatu, kan orang-orang datang membawa makanan, lalu didoakan bersama-sama, setelah itu dibawa pulang lagi deh, nah karena udah didoa-doakan itulah, diberi nama nasi berkat, hehe, waktu kecil si kalau ada nasi berkat saya sering disuruh makan sama nenek saya, biar jadi pintar katanya, hehe.

Lalu lalu, selain itu ada es cincao punya Elvina yang enak soalnya pake rasa coco pandan dan gimbal yang kaya bala-bala isinya udang, kalau menurut saya si ga gitu cocok, soalnya ada udang yang masih beraroma udang (ya iyalah, masa udang beraroma kambing), dan emang agak ga jelas si rasanya. 😐

Es CincaoGimbal

Jadi begitulah, seperti yang di judul, walaupun menu masakannya kaya masakan rumahan biasa, tapi rasanya itu lo,  istimewa. 😀

Tapi keistimewaan itu emang harus dibayar mahal si, makanan berat di sini harganya berkisar Rp 25.000-Rp 30.000, lumpianya Rp 8.500, cemilan-cemilannya Rp 10.000-Rp 20.000 an. Yah, apa mau dikata, emang enak dan isinya banyak kok, mau protes ga bisa juga, kan emang rasa ga bisa bohong, hehe. (bukan iklan)

Lumpia Semarang ini buka setiap hari kecuali Jumat dari jam 8.00 – 20.00. Kapan-kapan ke sana lagi ah, makan kalap lagi, tapi pastikan tetap sehat, dan bahagia. Haha. 😀

Soto

Soto Betawi di Jalan Sultan Agung

Hai hai, setelah postingan tentang mi encek yang tak lain dan tak bukan adalah salah satu tempat makan paporit saya, postingan kali ini mengenai salah satu makanan paporit saya juga. Dan saat saya mengajak Elvina ke sana, ternyata dia juga ngomong kalau makanan ini enak, jadi ya boleh lah ya saya share di sini. Hoho. 😀

Jadi makanan ini adalah Soto Betawi, tempatnya ada di jalan Sultan Agung, lebih tepatnya di seberang ayam bakar Sultan Agung dan distro Smith. Seharusnya si buka setiap hari jam 9 an, tapi kadang pas saya ke sana ternyata tutup, entah memang tutup atau buka siang. Saya cukup sering ke tempat ini, sampai bapaknya udah hapal sama (muka kalap) saya.

Ada beberapa menu soto di tempat ini, antara lain soto ayam, soto daging (sapi), dan soto babat, tapi yang paling saya suka adalah soto daging sapi nya.
Soto Betawi Daging Sapi Sotonya berisi daging sapi yang dipotong kotak-kotak (dan besar-besar 😀), irisan tomat, irisan daun bawang, kentang, dan lain-lain. Selain daging sapinya yang memang bisa memuaskan lidah dan perut, kuahnya juga enak banget, jadi santannya kental gitu, tapi tetap terasa segar, entah bagaimana cara bikinnya bisa gitu.

Lalu, di gambar di atas ada empingnya kan ya ? Emping itu adalah salah satu elemen di soto ini yang membuat ketagihan dan datang lagi dan lagi dan lagi, rasanya enak banget aja setelah dicemplungin ke kuah sotonya. Nah, lalu kenapa ga saya sebutin di atas di bagian isi dari soto tersebut ? Soalnya (sayang sekali) emping ini dijual terpisah, hehe. Tapi ya gimana gitu kalau makan soto betawi di tempat tersebut ga pake emping, rasanya kaya perangko belum dijilat, kurang nempel. 😀

Ini ada penampakan lain yang empingnya tampak dengan jelas:Soto ber-EmpingNah, harga soto daging itu Rp 12.000, kalau empingnya per bungkus nya Rp 2.000, yang di foto di atas itu saya pake 1 bungkus emping. 😀

Tetap kalap, tetap sehat, dan tetap bahagia yaa. 😉

Mie

Mie Encek: Yamien Enak dan Baso Goreng Ultimate

Haloo, jumpa lagi dengan kami, maaf maaf udah lama banget ga ada apdet, soalnya kami baru aja pulang ke kampung halaman masing2 untuk berlibur. 🙂

Kali ini kami akan membagi pengalaman kami saat makan Mi Encek. Jadi sebenarnya makan Mie Encek sudah bukan hal yang asing bagi saya, karena emang ini salah satu makanan paporit saya, bahkan dulu pernah ada masa-masa di mana saya makan mie encek 1-2 kali tiap minggunya hehe. Lalu karena teman-teman kuliah saya juga banyak yang maniak mi encek ini, kita hampir selalu memilih mie encek sebagai tempat reunian, hoho. 😀

Jadi mie encek ini tempatnya di Jalan Guntur, kalau dari simpang lima, belok ke arah jalan gatot subroto, belokan ketiga ke kanan adalah Jalan Guntur, tinggal lurus beberapa saat, sampai deh. Mie encek ini konon kabarnya udah sejak lama ada, tapi yang punya sekarang ini udah beda, tetapi sudah membeli resep dan hak berjualannya. 😀

Oke langsung sahaja, jadi inilah yamin manis bisa sampai terbawa ke dalam mimpi saya. 😀

Tampak menarik kan ? Hoho. Jadi mie nya itu relatif kecil-kecil, tapi rasa dan kekenyalannya si pas di lidah, komplet dengan dengan taburan potongan daging ayam. Lalu bumbu dan kecapnya pas takarannya, yang pas dicampur dengan kuahnya yang gurih menciptakan sensasi super menyenangkan di lidah, hoho. 😀

Waktu itu Elvina pesan yang yamin asin spesial, karena kalau mie-miean emang dia suka yang asin.

Nah, lalu lalu, menu di sini super enak dan bisa membuat saya terus ketagihan dan tidak pernah merasa puas adalah benda ini *jeng jeng jeng (sfx)

Baso Goreng

Baso goreng !! Dari pertama kali waktu saya makan baso goreng ini, saya udah langsung merasa bahwa ini adalah salah satu benda ter-ultimate yang pernah saya makan. (maaf agak berlebihan 😀) Hal pertama yang pasti terasa adalah kerenyahannya, jadi, digorengnya itu renyah banget, ga lembek, tapi ga keras juga, pas dan perfekto. Lalu rasanya juga enak, katanya si karena resep campuran udangnya, tapi aroma udangnya sendiri ga menyengat, jadi saya yang sebenarnya tidak suka udang pun doyan doyan aja.

Hehe, begitulah pengalaman kuliner kali ini, maaf mungkin terlalu subjektif kali ini ulasannya, soalnya emang udah keburu suka dari dulu. 😀 O iya, untuk harga, yamien nya berkisar antara 15.000-20.000, tergantung yang polos, campur, baso, atau spesial. Lalu untuk baso goreng, 1 glundung nya harganya 3500, sebenarnya agak mahal juga si, tapi ya gimana lagi kalau emang rasanya seenak itu. Hoho. 😀

Untuk semua, tetap kalap, tetap sehat, dan tetap bahagia yaa. 😀

Masakan Eropa

Nanny’s Pavillon: European Cuisine Restaurant

Dulu Damas sempat bilang kalau dia pengen makan di Nanny’s Pavillon. Tapi setelah terlibat dalam pembuatan websitenya yang bisa dilihat di sini, mungkin karena satu dan lain hal (anggaplah mungkin karena udah “kenyang” melihat gambar-gambar buat asset menu di websitenya), agak lama juga harus menunda sampai kita benar-benar mencicipi makanan di sini. Sebelumnya saya sudah sempat ke Nanny’s Pavillon Garden di Jalan Riau Bandung dan ke Nanny’s Pavillon Terace di Central Park Jakarta.

Konsep dari Nanny’s Pavillon ini emang unik, karena sampai saat ini sudah ada 6 gerai dengan mengangkat tema yang berbeda-beda di tiap gerainya, seperti Garden dan Library yang ada di Bandung, Terrace, Bathroom, Living room di Jakarta, dam Barn (yang paling baru) di Tangerang. Suasana restonya cukup cozy untuk berlama-lama di sini dan untuk foto2 juga 😀

Makanan yang disediakan  adalah  pancake, waffle, pasta, baked rice, grilled dan minumannya standar resto semacamnya, tapi ada Nanny’s  Cocktail (cocok dipesan untuk 3 orang lebih). Untuk lebih lengkapnya bisa liat di websitenya (promosi :P)

Lagi-lagi we’re not that big fans of sweet dish, akhirnya kita mesen Chicken Baked Rice (34k IDR), My Cousin European Breakfast  (34k IDR), dan Fried Buttermilk Mushroom (24k IDR).

Berikut si Chicken Baked Rice yang menurut Damas enak dan kejunya mantap ini:

My Cousin European Breakfast ini oke banget  deh.. potato pancake plus mozzarella, beans, grilled  tomato, grilled sausages, fried mushrooms, dan  sunny side-up 🙂 Untuk brunch juga masih top.

Daan,  Fried Buttermilk Mushroom yang cocok buat appetizer 😀 Jamurnya ga terlalu kering, tapi tetap crunchy. Trus buttermilknya juga terasa keju banget.

Tapi tampilannya sedikit berbeda si sama yang dicobain di Nanny’s Terrace di CP. Yang di CP jamurnya lebih kecil. Tapi tetap enak :9

Range harga makanan & minuman di sini berkisar 18k IDR – di atas 40k IDR.

Sekarang jadi penasaran nyobain suasana di gerai yang lain. Mungkin bisa dicoba lagi yang di Librarynya kapan2 😀

Nanny’s Pavillon Garden

Alamat: Jl R.E Martadinata No.112 Bandung
Telp : 021 25556779
Jam Buka:

Senin – Kamis, Minggu: 8.00   23.00
Jumat, Sabtu, dan hari libur publik : 8.00 – 24.00

Sekian. Tetap kalap, tetap sehat, dan tetap bahagia. 😀

Pancake

Maple Snuggles: Lovely MovinMaple Program

Wah, tanpa sadar udah cukup lama ga posting gara2 sibuk kerjaan dan tugas akhir, hehe. Tapi walaupun kami ga posting bukan berarti kami berhenti makan kalap lo, hoho. *bangga

Oke, jadi, cerita ini berawal saat Elvina ditag di facebook di sebuah foto berisi benda yang tampak enak. Ternyata ada sebuah Pancake Shop bernama Maple Snuggles yang sedang mengadakan sebuah program delivery yang mereka beri nama MovinMaple. Singkat cerita, Elvina mencoba memesan buat makan pagi sama temen kosnya, dan dia ngomong kalau Big Breggfast-nya enak, dan mulailah hari-hari saya dihantui rasa penasaran. Sebenarnya semua itu jadi sederhana kalau saya memesan delivery dan segera menikmati, tapi entah mengapa saya pingin banget makan di tempatnya langsung, hehe. Jadi di suatu hari sabtu minggu lalu, saya ke Jalan Laswi 1 untuk mencari, ternyata tidak ada, lalu saat esok paginya ke jalan Lombok, belum buka. 😐 (seperti yang telah dituliskan di sini dan situ)

Dan hari besar itu pun tibalah, akhirnya kemarin sabtu, saat matahari bersinar cerah, saya menguatkan tekad untuk delivery saja, setelah Elvina membalas tatapan saya yang penuh kebimbangan dengan anggukan kecil, saya langsung mengkontak Maple Snuggles via YM, dan memesan Big Breggfast dan Caramel Fudge Pancake. Hampir 1 jam kemudian, yang ditunggu-tunggu datanglah.

Beginilah bentuk dari Big Breggfast itu :

Big Breggfast

Jadi di situ ada scrambled egg, hash brown, sosis, pancake polos, dan selembar daging. Tampak menggoda banget ga si, hehe. Rasanya enak lo, scrambled egg nya agak kering dan menurut saya lebih enak daripada yang di McD. Pancake nya juga enak, o iya, itu ada 2 pancake di situ, jadi lebih puas kan ya. 😀 Cuma ada 1 sayangnya sebenarnya dari Big Breggfast ini, yaitu lebih kecil porsinya daripada yang dipesan Elvina seminggu sebelumnya, tanya kenapa ? Ga tau juga saya, hihi.

Lalu, untuk Caramel Fudge Pancake nya:Caramel Fudge Pancake

Yang menu ini disajikan dingin, yang putih kekuningan dikeliling stroberi di atas pancake bagian kanan itu adalah puding vanilla, yang menurutku rasanya ciamik banget lah, dingin2 empuk manis nikmat ahey. 😀 Stroberinya pas rasanya, ga kecut2 gitu, dan yang jelas saos karamelnya super sluurpp, bikin pancake nya makin enak aja. Cuma kemarin saya cek lagi di facebook nya menu ini diilangi dari album MovinMaple nya ya, ga tau si kenapa padahal enak banget, belum konfirm juga si, hehe.

Ya begitulah, kemarin itu kami makan pancake sama breggfast nya silih berganti gitu si asin-manis-asin-manis, mungkin kalau dimakan sendiri-sendiri bisa makin enak lagi kali ya, hoho.

O iya, harga dari big breggfast-nya adalah Rp 22.000 dan pancake-nya Rp 16.500, ditambah dengan delivery Rp 5.000. Jadi kalau beli jangan tanggung-tanggung, yang banyak aja sekalian biar ga rugi biaya deliverynya, kemarin juga saya ajakin Upan buat mesen sekalian. 😀

Yak, demikian pengalaman kami yang untuk pertama kalinya mengepost makanan yang delivery. Semoga berguna. Semoga kita semua bisa tetap kalap, tetap sehat, dan tetap bahagia. 🙂