Lumpia Semarang: Serasa Makan Istimewa di Rumah

31 Jul

Yak, jumpa lagi dengan joshua, di minggu pagi yang dingin ini, izinkan saya kembali membagi pengalaman kuliner kami. Kali ini kita akan bercerita tentang Lumpia Semarang, eits, yang saya maksud di sini bukan lumpia dari semarang yang berupa benda yang berkulit tepung dan berisi rebung itu (emang si ada hubungan eratnya), tapi yang saya maksud adalah tempat makan bernama Lumpia Semarang yang letaknya ada di Jalan Badak Singa, Bandung. Ada yang belum di mana itu jalan Badak Singa ? Kalau dari tamansari, dari atas, beberapa saat sebelum perempatan dengan jalan layang Pasupati ada belokan ke kiri kan ya, nah itu Jalan Badak Singa. Hoho.

Tempatnya itu seperti sebuah ruangan panjang seperti garasi di sebuah rumah biasa gitu, jadi mungkin kalau ga teliti waktu nyari bisa kelewatan. Kalau menurut saya si, suasananya ga kaya restoran gitu, nyaman, lalu waiter nya juga rata-rata sudah berumur setengah baya ke atas. Kalau dari menunya, wuah, liat menunya udah serasa liat tabel-tabel di excel, soalnya emang banyak banget, langsung bingung deh milihnya. Semua yang di sini masakan Indonesia gitu si, jadi sekilas emang berasa biasa dan gitu-gitu aja, mulai dari Lumpia Ayam (tentunya😀), berbagai macam nasi (Langgi, Pecel, Gudeg, Berkat, Kuning, Urap, Timbel, Rawon, dan buanyak lagi), mie-miean, dan cemilan-cemilan (semacam tahu pong, tahu gimbal, tahu telur), dan beberapa puluh baris menu lainnya. Hiks Hehe.

Jadi pertama dengan pasti kita memesan Lumpia Ayam yang goreng, lalu dengan rekomendasi dari seorang teman, saya memesan Nasi Pecel Spesial, Elvina sebenarnya pingin memesan Nasi Begana Minggu, tapi ternyata cuma ada di hari minggu (dan abis itu kami baru ngerti maksudnya ada kata Minggu di nama menunya, haha), jadi dia akhirnya memilih memesan Nasi Berkat Spesial, dan (seperti biasa) juga memesan es Cincao.

Tak lama, muncul deh bendanya:

Lumpia Ayam

Tidak dapat dipungkiri, lumpia yang satu ini emang enak, selain diberi bumbu manis-manis yang kental seperti biasa, ada juga acar lobak (yang akhirnya cuma saya cicipi dikit). Lumpianya berisi rebung dan potongan daging ayam, lalu kulitnya agak keras gitu, semarang banget lah. Hati-hati kalau memesan menu ini jangan buru-buru makan, pastikan udah ga panas lagi, hehe.

Nasi Pecel SpesialNah, di atas itu adalah foto Nasi Pecel Spesial. Sebenarnya, saya kurang tertarik dengan pecel, saya jauh lebih suka lotek ataupun gado-gado walaupun sebenarnya mirip-mirip, tapi begitu melihat yang satu ini, menarik juga, jadi selain ada pecelnya, masih ada kaya masakan daging yang kehitaman itu, sama ada satu lagi yang saya ga tau namanya, lalu ada telor dan kerupuk juga, dan ada ayam gorengnya juga. Daan, begitu suapan pertama, wuooh, enak banget, haha, saya ga ingat pernah makan pecel seenak ini sebelumnya, apalagi yang suwiran daging itu juga enak, berasa banget di lidah. Juga ayamnya yang sekilas tampak seperti ayam goreng biasa ternyata enak (walau kecil😛), ayam kampung nampaknya.

Nasi Berkat SpesialSedangkan Nasi Berkat Spesial punya Elvina ga jauh beda, sama-sama enak, kalau menurut saya si karena selain di setiap menu ada beberapa lauk yang cocok kombinasnya, masing-masing punya rasa yang kuat dan pas aja si, cocok banget si kalau di lidah saya, hehe. O iya, sepanjang yang saya tahu, Nasi Berkat itu berasal dari ketika jaman orang-orang masih sering kenduri untuk merayakan sesuatu, kan orang-orang datang membawa makanan, lalu didoakan bersama-sama, setelah itu dibawa pulang lagi deh, nah karena udah didoa-doakan itulah, diberi nama nasi berkat, hehe, waktu kecil si kalau ada nasi berkat saya sering disuruh makan sama nenek saya, biar jadi pintar katanya, hehe.

Lalu lalu, selain itu ada es cincao punya Elvina yang enak soalnya pake rasa coco pandan dan gimbal yang kaya bala-bala isinya udang, kalau menurut saya si ga gitu cocok, soalnya ada udang yang masih beraroma udang (ya iyalah, masa udang beraroma kambing), dan emang agak ga jelas si rasanya.😐

Es CincaoGimbal

Jadi begitulah, seperti yang di judul, walaupun menu masakannya kaya masakan rumahan biasa, tapi rasanya itu lo,  istimewa.😀

Tapi keistimewaan itu emang harus dibayar mahal si, makanan berat di sini harganya berkisar Rp 25.000-Rp 30.000, lumpianya Rp 8.500, cemilan-cemilannya Rp 10.000-Rp 20.000 an. Yah, apa mau dikata, emang enak dan isinya banyak kok, mau protes ga bisa juga, kan emang rasa ga bisa bohong, hehe. (bukan iklan)

Lumpia Semarang ini buka setiap hari kecuali Jumat dari jam 8.00 – 20.00. Kapan-kapan ke sana lagi ah, makan kalap lagi, tapi pastikan tetap sehat, dan bahagia. Haha.😀

2 Tanggapan to “Lumpia Semarang: Serasa Makan Istimewa di Rumah”

  1. bhello 5 Desember 2011 pada 15:53 #

    yg ini menggiurkan banget, kak damas & vina! ancer2 lokasinya dmna? trus tahu jalur angkot yg lwt gaa? *maklum bkn urang Bandung & angkot-ers*

    • Dominikus 6 Desember 2011 pada 06:01 #

      itu ada di tamansari kok bhel, kalau dari ITB ke arah annex tu, nanti sebelum lampu merah tu ada belokan ke kiri gitu (yang seberangnya ada jalan masuk ke pelesiran), itu udah jalan badak singa, liat2 terus aja ke kanan, emang agak nyempil dan tidak mencolok tempatnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: