Kalap di Mie 123

15 Agu

Hai hai, postingan kali ini spesial, karena ada Brian dan Irma Juniadud juga ikut makan kalap bersama kami berdua. Lalu, judul di atas itu benar adanya, memang si, biasanya kami makan dengan kalap, tapi, yang satu ini benar-benar super kalap, melebihi batas kalap biasanya. Hehe.

Cerita berawal saat hari sabtu lalu, saat saya makan siang bersama brian dan teman SMA nya, temannya bercerita tentang sebuah tempat makan mie enak, baso goreng nya luar biasa kata dia. Saya dan brian yang menganggap baso goreng Encek adalah yang paling ultimate enaknya pun langsung tergelitik untuk mencobanya. Ahuhu.

Dan di hari minggunya pun kami berempat mengunjungi tempatnya dalam bayang-bayang rasa penasaran. Nama tempatnya tu Mie 123, letaknya di Jalan Emong 4. Kalau dari simpang lima, ambil jalan Gatot Subroto, pertigaan jalan Burangrang (yang ada tank stuart nya) masuk ke jalan Burangrang, di percabangan pertama, ambil ke kanan, itulah jalan Emong, nanti di kiri jalan ada deh Mie 123 nya. Atau kalau yang dari selatan bisa masuk langsung dari jalan Karapitan. Kemarin temen si Brian ngomong kalau hari minggu bakal ramai banget, tapi karena kami datang jam 10 an, belum ramai.😀 (tapi nantinya bakal rame banget, dan kami sampai dipelototin tante-tante judes yang nungguin dapat tempat😦)

Setelah sampai, saya dan Brian memesan yamin manis spesial, Elvina memesan yamin asin spesial, Irma memesan mie pangsit. Tak lupa saya memesan 10 baso goreng, dan 4 siomay (karena tergiur bentuknya, hoho).

Pesanan pertama yang muncul adalah baso goreng, dan kita langsung shock semua, banyak bangeet. Jadi sebenarnya saya berasumsi ukuran baso goreng itu adalah sebesar yang ada di Encek ataupun di Enggal, namun ternyata hampir sampai 2.5 kali lipatnya ! Auauau. Yang di foto ini baru setengahnya:😐

Baso Goreng

Dan ternyata Elvina, Brian, dan Irma sepakat kalau rasanya lebih enak daripada baso goreng encek, kalau saya sendiri masih ragu  enak yang mana sebenarnya, sama-sama enak si, hehe, ada kelebihan dari baso goreng ini, yaitu lebih berasa udangnya, lebih kenyal dan berisi, lebih besar dan lebih puas (walau lebih mahal juga), sedangkan kelebihan dari baso goreng encek adalah lebih renyah, lebih berasa baso gorengnya secara keseluruhannya, dan ada sambelnya yang enak.😀 (maaf malah ngebanding2in, hehe)

Lalu kalau untuk yamien nya:

Yamien Manis

Kuah Yamien Manis Spesial

Tampak menarik dan merekah kan, hehe, mienya tampak nikmat dan penuh potongan ayam, di kuahnya ada baso, pangsit rebus, dan babat. Di suapan pertama, saya dan Brian merasa rasanya mirip-mirip sama yamien manis di Encek, tapi lama-lama berasa agak beda, mungkin karena kuahnya ga segurih yang di Encek, tapi tetap memuaskan dan enak lo. Porsinya besar, yang kalau kata Elvina memang pantas untuk dilabeli ‘spesial’, hehe. Selain itu, kata Elvina mie nya enak banget pas dimakan bareng pangsit rebusnya.

Lalu selain itu ada mie pangsit punya si Irma

Mie Pangsit

Yang ini tidak kalah menarik menurut saya, tapi si Irma ngomong walau puas karena porsinya banyak, rasanya biasa-biasa aja, saya sendiri ga mencicipi si, hehe.

O iya, imbas dari saya yang secara impulsif dan tidak berpikir memesan baso goreng terlalu banyak tadi adalah kami berempat kekenyangan, tapi ternyata, perjuangan belum berakhir, masih ada 4 siomay ukuran besar yang kami pesan tadi:

Siomay

Dengan kekenyangan kami berusaha untuk memulai memakan siomay tadi, dan ternyata, rasanya sangat enak. Mungkin (kalau tidak salah ingat) ini adalah siomay terenak yang pernah saya makan. Saya berandai-andai, kalau dalam keadaan lapar dan tidak kekenyangan seperti kemarin, seenak apakah siomay ini, pasti jauh lebih enak lagi, hehe.

Dan beginilah sisa-sisa kekalapan kami

Hasil Makan Kalap

Dan pada akhirnya kenikmatan (sesaat) dan kekalapan itu harus dibayar mahal (secara literal, hehe), yamien spesial harganya Rp 24.000, mi pangsit Rp 18.000, baso goreng per glundung nya Rp 7.000, dan siomay nya Rp 9.000. Lain kali saya datang ke sini lagi ah, dengan perhitungan yang lebih matang tentunya, biar nikmatnya benar-benar pas, haha.

Walaupun kalap, yang pasti, semoga tetap sehat, dan tetap bahagia untuk semua.🙂

6 Tanggapan to “Kalap di Mie 123”

  1. brayen 15 Agustus 2011 pada 21:22 #

    lain kali lebih wisdom… salam kim !

    • Dominikus 16 Agustus 2011 pada 11:28 #

      lain kali harus udah enlightened. salam poy !

      • mamix 16 Agustus 2011 pada 14:42 #

        komen!

      • Dominikus 16 Agustus 2011 pada 18:12 #

        plis jangan men-dudud, makasih.

  2. Angga 21 Agustus 2011 pada 21:49 #

    ultimate baso gorengnya bos. cuman yamiennya biasa aja. mari berburu mie lagi. katanya yamien di lomie 61 kalipah apo top markotop. next trip lah.🙂

    • Dominikus 22 Agustus 2011 pada 01:30 #

      wuih yang baru aja kencan dari sana.😀
      sip, nanti dicoba di lain kesempatan lomie 61 nya.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: