Kedai Mie Dago

16 Agu

Oits, setelah kemarin postingannya tentang mie, postingan kali ini bakal tentang mie juga, hehe, jangan bosan ya.😀

Sebenarnya kami makan di Kedai Mie Dago ini udah cukup lama, tapi karena foto-foto nya di hape udah tenggelam sama foto-foto lain (yang tak lain dan tak bukan adalah foto-foto makanan juga) jadi lupa-lupa terus mau posting. Kedai Mie Dago ini letaknya di jalan Dago (ya iya), sebelah utaranya simpang dago, kiri jalan kalau dari bawah. Lebih tepatnya di seberang gerai telkomsel. Walau berdomisili di dekat situ dan sering sekali ngiler tiap lewat , entah mengapa saya baru benar-benar mencoba di tahun kelima saya di Bandung, yaitu tahun 2011 ini.😀

Tempatnya ada yang di luar sama yang di dalam, yang di luar itu mirip kafe-kafe gitu, nyaman, dan remang-remang romantis, yang di dalam mirip di restoran keluarga gitu, kami sendiri belum pernah coba di dalam. Tapi secara umum bisa dikatakan tempatnya nyaman dan asoi.

Kemarin itu Elvina pesan ifu mie, pangsit goreng (seperti biasa), dan saya memesan yamien manis bakso. (sebenarnya saya kalau di tempat makan mie, selalu pesan yamien manis si, jadi mungkin jadi terasa itu-itu aja yang dibahas, tapi ya gimana lagi, emang suka banget.😀)

Yamien Manis BaksoMaaf fotonya agak ga jelas jadi tampak kurang menarik mie nya (efek dari tempat yang temaram dan motonya pake hape), hehe. Sebenarnya tampak menarik banget lo, tapi karena mangkoknya besar, mie nya jadi tampak sedikit gitu. Kalau dari rasa, mienya ukuran nya pas dan kenyal-kenyal, ayamnya juga maknyus bumbunya, manis-manis enak gitu. Lalu untuk keseluruhan mie dan kuahnya, rasanya enak tapi berasa terlalu banyak MSG nya, kalau saya si suka-suka aja toh yang penting enak juga, hehe, tapi Elvina kurang suka. Lalu yang saya suka selain itu adalah daun bawangnya dikasih banyak.😀

Ifu MieLalu kalau untuk ifu mie nya, saya merasa lumayan rasanya, walau ga ada yang spesial, ga bisa dibilang ga enak juga. Hehe.

PangsitNah, lalu pangsitnya enak lo, waktu itu kami sampai nambah pesan pangsit lagi akhirnya, hihi. Udah dingin dan agak melempem tapi enak gitu, sama ada sambal asam manis (yang ga kefoto) yang membuat makin nikmat. Walau ga seempuk dan se-epic pangsit yang di Pokatiam, tapi pangsit ini benar-benar bisa bikin pingin pesan lagi dan lagi. (postingan tentang Pokatiam menyusul yaa.😀)

Begitulah kira-kira pengalaman kami makan di kedai mie dago, cukup memuaskan. Kalau harganya untuk mie nya sekitar antara Rp 10.000 – Rp 18.000 an. Kalau pangsitnya kalau ga salah inget sekitar Rp 5.000 an. Lalu Kedai Mie Dago ini bukanya sekitar jam 9 pagi sampai 10 malam gitu.

Walaupun makan mie terus akhir-akhir ini, semoga kami bisa tetap kalap, tetap sehat, dan tetap bahagia ya, haha.

6 Tanggapan to “Kedai Mie Dago”

  1. Irma Juniati 16 Agustus 2011 pada 20:56 #

    sama mie 123 enakan mana tem?

    • Dominikus 16 Agustus 2011 pada 21:01 #

      Hmm, gimana ya, bingung juga, enakan mie encek si yang jelas, hoho.😀

  2. brayen 16 Agustus 2011 pada 20:56 #

    banyak MSG = sikbert gan !

    • Dominikus 16 Agustus 2011 pada 21:02 #

      tapi enak gan, gapapa lah ya sikbert dikit.😀

  3. ihuqs 17 Agustus 2011 pada 00:51 #

    mana ini nunggu laporan dari kedai teteh ga muncul2😐

    • Dominikus 17 Agustus 2011 pada 05:14 #

      sabar sabar, ke sana juga belum.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: