[Guest Post] Jemahdi Seafood

17 Agu

PEKIK MERDEKA!!

Senang sekali rasa hati dapat berkontribusi pada blog makankalap ini. Hari ini adalah 17 Agustus 2011. Libur nasional seperti ini adalah waktu yang tepat untuk berburu binatang makanan. Hari ini hamba mendapat kunjungan kehormatan dari bos avtur Aloysius yang semakin digilai wanita dengan slim jim Nudie-nya.

Seusai menjemput tamu kehormatan di halte bis seberang mall anyar di bilangan Central Park, kami merapat ke gubuk hura gw. Kami melepas rindu satu sama lain dengan bercengkrama secukupnya sampai Aloy mengarahkan pembicaraan ke tujuan utama kehadiran beliau, mencari makanan yang jarang kami makan di hari-hari biasa. Ada dua opsi penting yang menjadi agenda kami, babi dan seafood. Setelah lama berkutat dan beradu tanduk,  kami satu suara untuk  mencari masakan hewan laut di pantai utara Jakarta.

Berdasarkan referensi rekan Aloy yang tinggal daerah Pluit, tujuan kami sejatinya adalah Pangkep 33 di Pluit Karang, namun ternyata resto ini baru buka sore hari, sehingga kami memustuskan untuk menuju Jemahdi yang terletak beberapa ratus meter dari TKP awal, lebih tepatnya di Jalan Pluit Karang, Jakarta Utara.

Pertama kali memasukin daerah halaman resto, kami disambut asap pembakaran dari makanan laut yang begitu menggoda. Resto ini tidak mewah dan tidak ada papan nama-nya. Yang menarik mata saya pertama kali adalah dinding resto yang memajang foto-foto pemilik resto dengan sejumlah pejabat dan artis, salah satunya Agnes Monica *slurp*.

Kami duduk di meja yang cukup untuk 4 orang, karena kami berdua sudah yakin, bahwa kita akan makan kenyang. Kami membuka menu. Kami kalap. Kami memesan semua jenis masakan: ikan, udang, cumi, kerang, kangkung, nasi, teh tawar, nasi lagi..

Sambil menunggu makanan tiba, tiba-tiba muncul ide untuk menyumbang artikel di blog makan kalap ini. Ketika asik memikirkan ide dan konsep blogpost di makan kalap ini, kami terhentak dengan datangnya teh tawar hangat pesanan kami yang langsung disusul dengan satu bakul nasi putih. Belum sempat menarik napas, sudah muncul cumi masak lada hitam, kangkung tumis terasi, serta udang saos singapore seperti di bawah ini.

Cumi Saos Lada Hitam

Kangkung Terasi

Udang Saos Singapore

Aloy langsung mencicipi cumi saos lada hitam dulu sedangkan saya masih sibuk merapikan poni rambut. Tiba-tiba Aloy terdiam dan menginstruksikan saya untuk mencoba cumi yang terlihat masih mengepul panas dan menggoda lidah. Gigitan pertama dari cumi ini begitu kenyal, tapi tidak alot. Kenyalnya pas! Agak sulit memasak cumi dengan kekenyalan seperti ini. Kalau kelamaan masaknya, akan alot. Tapi yang ini kenyal pas. Bumbu lada hitamnya begitu pekat dan kental bercampur kecap tiram kelihatannya sehingga tidak terlalu hot. Enak sekali rasanya.

Aloy kemudian mencoba lagi kuah dari saos udang singaporenya. Kembali, saya pun turut mencicipinya. Aloy menyuruh saya mengambil irisan bawang bombay yang ada di adukan saos singapore itu. Pertama kali kuah singapore itu masuk mulut saya, sesaat saya tahu, bahwa selama ini saya hidup dalam kegelapan. Segalanya menjadi terang. Kuah singapore ini cukup pedas, terlihat dari warnanya yang agak oranye dan merah. Di kuahnya itu juga terlihat adukan telur dan irisan bawang bombay. Rasanya mirip saus padang di beberapa resto yang pernah saya coba sebelumnya, tapi ini jauh lebih enak. Gurih sekali rasanya. Asinnya pas, pedasnya pun tidak terlalu pedas. Lalu saya coba mengupas udangnya. Kulit udangnya sendiri masih kaku, menandakan tingkat kemasakan yang pas juga, tidak terlalu matang. Kalau udang terlalu lama dimasak, kulitnya akan rapuh. Lalu saya sruput kuah-kuah yang menempel di kepala udang, rasanya sempurna!  Daging udang pun sangat kenyal dan juicy. Pokoknya kelezatan udang sejati.

Kangkung terasi yang sudah ada di meja pun kami embat, rasanya enak, tapi karena terbanting dengan rasa cumi dan udang, rasanya tidak perlu kami bahas di sini.

Kami pun memulai menyantap makanan setelah foto-foto dahulu. Setengah jalan kami makan, datanglah ikan kerapu bakar saos rica-rica yang kami pesan. (foto tidak tersedia karena tangan sudah belepotan) Melihat kondisi porsi yang ternyata masih kami anggap sedikit, kami kemudian memesan satu menu lagi, kerang kepa saus tauco.

Ikan kerapu bakar saus rica-rica ini menurut penuturan Aloy sangat enak. Begitu saya cicipi juga memang enak sekali rasanya. Ikan bakarnya sendiri kering, tidak basah. Biasanya ikan bakar di banyak tempat itu dilumuri saus, entah mentega, atau kecap sehingga menimbulkan kesan basah. Tapi ikan bakar ini terlihat kering, namun di atasnya dilumuri saus rica-rica. Saus rica nya sendiri yang bisa saya lihat terdiri dari bawang putih dan merah, serta cabe rawit yang ditumbuk bersama. Terlihat biasa saja, tapi ketika saya gigit.. Rasa pedas, asin, dan gurih dari ikan bersatu dengan selaras di lidah saya. Super! Baru kali ini saya memakan ikan senikmat ini.

Kemudian kerang kepa saus tauco datang. Bentuk kerangnya sendiri tidak jauh berbeda dengan kerang dara yang biasa tersedia di resto seafood. Agak putih, cangkang yang licin, dagingnya putih juga. Ketika saya gigit, kerangnya terasa lembut sekali. Hampir mirip tiram namun dengan ukuran lebih kecil. Rasa saus tauconya juga tercium pekat, namun tidak terlihat biji tauconya. Asin dan sedikit pedas. Sangat serasi.

Dari total porsi makanan yang kami pesan, ada total 5 menu dengan masing-masing kami makan 2 porsi nasi putih, kami merasa bangga dapat makan dengan porsi kuli. Kami sedikit melihat-lihat sekitar ke meja-meja lain yang memesan 4 porsi makanan untuk 6 orang, 4 porsi makanan untuk 5 orang, sedangkan kami, 5 porsi untuk 2 orang.

Seluruh saos yang enak kami santap hingga tandas, berikut adalah hasil perjuangan kami selama 40 menit menghabiskan makanan lezat ini.

Ada sisa ikan bakar rica dan kerang kepa saus tauco

Total pengeluaran kami untuk makanan sebanyak ini tidaklah terlalu mahal. Demikian detil harganya. Ada juga info alamat dan nomer telepon rumah makan Jemahdi ini.

Total Damage Cost

Demikian kira-kira pengalaman pertama kami berdua, meliput perjuangan dan petualangan kami untuk makan kalap edisi dirgahayu. Semoga kami bisa tetap kalap, tetap sehat, dan tetap bahagia ya, haha.

Selama ini lidah saya hanya mengenal dua rasa, rasa enak dan rasa tidak enak. Baru kali ini saya mengetahui ternyata ada rasa ketiga, rasa KEMERDEKAAN!

[Tulisan di atas adalah tulisan hasil kontribusi spesial hari kemerdekaan dari dua sahabat kalap kami yang sedang  merantau di Jakarta, yaitu Hari Bagpipe dan Avtursius. Terima kasih mamen ! ~Dominikus ]

8 Tanggapan to “[Guest Post] Jemahdi Seafood”

  1. Vina 17 Agustus 2011 pada 19:45 #

    wuih makan berdua tapi sebanyak itu :))
    btw thanks buat postingannya bag!

  2. Dominikus 17 Agustus 2011 pada 20:23 #

    kalap yang sebenarnya, salut buat harbag dan aloy, merdeka ! *pekik

  3. Petrus Narwastu 17 Agustus 2011 pada 21:04 #

    membaca tulisan ini membuat imajinasi saya melayang-layang dan membawa saya terbang kembali ke masa kecil ketika menonton film anime yoichi, seru sekali!!!

    • Dominikus 17 Agustus 2011 pada 21:12 #

      yak betul, imajinasi saudara harbag memang sangat liar dengan cara penceritaan gaya rimba

      • Aloysius Adrian 17 Agustus 2011 pada 22:06 #

        memang enjor gaya penulisan rimbah

      • harbag 18 Agustus 2011 pada 02:07 #

        sebagian tulisan disini sebenarnya adalah hasil permainan jari bos avtur diatas keyboard hamba.. hamba tidak bisa menulis, hamba hanyalah supir..

  4. simon foo 17 November 2012 pada 12:34 #

    Beneran, Makan di Jemahdi memang Topppppp………………Guys…jangan lupa coba menu baru mereka yaitu : Gulai Baby Lobster, dan Juga Sup Special Kepala Lobster dan Badannyadi bakar Polos…………Pokonya….sekarang Jemahdi sudah beda dengan yang sebelumnya. Pelayanannya sdh mulai standard dan suasana makannya juga sudah ok….Btw, Jemahdi sekarang Pindah ke Jl. Pluit Timur no. 24 – Jakarta Utara 14450, Telp. 021-6619071 dan 021-6619072.

    • deluzion 23 November 2012 pada 23:17 #

      Wahh makasih banyak @Simon Foo atas info nya, semoga bisa segera mengunjungi Jemahdi lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: