MakanKalap Lagi! Bakmi Jawa DU67

21 Nov

Heihoo, udah lama banget ini blog terdiam, maafkan kami berdua yang beberapa bulan terakhir sibuk dengan diri dan kechaosan hidup masing2. Banyaaaaak sekali kejadian, hehe.

Tapi tenang, calm down, kalem dong, selama ini kami tetep makan kalap bersama kok, dan kami tetap akan menceritakan pengalaman kami tersebut walaupun sudah cukup lama.๐Ÿ˜€

Okei, kalau gitu langsung saja, comeback kami akan ditandai dengan tulisan tentang makanan yang sangat amat cocok di lidah saya ini (dan untungnya cocok di lidah Elvina juga :P), sebuah tempat makan bergaya ala Gunung Kidul, yang tak lain dan tak bukan adalah … Bakmi Jawa DU67! ย Hahaha. (tertawa hepi).

Lokasi-nya cukup mudah ditemukan, ada di jalan Dipati Ukur belok dikit, kalau dari arah simpang Dago cukup ditelusuri aja, setelah sekitar UNIKOM dkk, ada belokan ke kanan, nah di situ tu, jelas banget bentuknya bangunan khas dengan tiang-tiang bambu dan dinding bambu juga, di depannya ada mas-mas berjajar sedang memasak dengan anglo arang. Pemandangan yang cukup menarik di tengah kota Bandung. Suasana di dalamnya juga bagus, kombinasi bangunan bambu dengan meja kursi yang dpelitur bersih cukup enak dan nyaman untuk menghabiskan sore bersama, hehe.:)

Menunya cukup simpel, ada bakmi goreng, bakmi godhog (rebus), dan bakmi nyemek, kalau untuk nasi ada nasi goreng dan nasi goreng tanpa kecap, lalu ada bihun goreng dan godhog juga. Selain itu banyak tambahan2 semacam telur dadar, krengsengan ati ampela (hati sama ampela ditumis kecap gitu, nyem), suwiran ayam, dan beberapa lauk pelengkap lain.

Walaupun menurut saya semuanya enak, tapi saya punya favorit, yaitu bakmi goreng, rasanya .. wuih, ciamik banget, bumbunya mantap dan pas banget di lidah saya, isinya juga enak2, ada telur, suwiran ayam, lalu ada yang kaya tepung goreng gitu juga. Selain itu, porsinya juga memuaskan.๐Ÿ˜€

Nah, tapi lagi2, Elvina menganggap itu terlalu manis, haha, jadi dia lebih suka makan yang Bakmi Nyemek, bakmi nyemek itu mirip2 sama bakmi godhog, tapi kuahnya sedikit banget. Kalau dari rasa si, enak juga.๐Ÿ˜€

Kalau untuk minuman, ada 2 minuman khas Jawa favorit saya di sini, yang menurut saya susah ditemukan di tempat makan kebanyakan. Yaitu Jahe Panas dan Teh Poci Nasgithel (panas, legi, kenthel – panas, manis, kental). Yang jahe panas itu sungguh mantap karena beneran disajikan dalam bentuk rebusan jahe, jadi masih ada jahenya gitu, ga sekedar minuman jahe sachet, rasanya enak banget, saya suka pesan ini kalau lagi kurang enak badan.๐Ÿ˜€

Lalu Teh Poci-nya disajikan dalam teko tanah liat, dengan cangkir kecil yang sudah ada gula batu-nya, rasanya enak banget. Teh nya gratis boleh refil, tapi gula batunya bayar lagi kalau mau nambah.๐Ÿ™‚ Tapi abis minum itu jadi haus lagi si pasti, manis dan kental banget soalnya, hehe. Tapi super cocok kalau mau ngobrol2 aja agak lama, apalagi kalau lagi sore2 gerimis, lalu bareng si doi, auauauu, susah digambarkan asiknya, haha.

Untuk makanan beratnya, harganya sekitar Rp 18.000, kalau untuk minuman2 antara Rp 5.000 – 10.000. Begitulah, buat yang belum pernah, tampak sangat menarik buat dicoba kan ? Kalau mau ke sana, ajak-ajak saya ya, hehe.๐Ÿ˜€

Tetap kalap, tetap sehat, dan tetap bahagia.๐Ÿ™‚

2 Tanggapan to “MakanKalap Lagi! Bakmi Jawa DU67”

  1. Rudy Thong 3 Januari 2012 pada 21:22 #

    Wah, bener-bener bikin ngiler :-bd
    Jadi kangen Bandung >_<

    • Dominikus 3 Januari 2012 pada 21:35 #

      udah pernah ke situ belum gan ? harus dicuba kalau belum๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: