Coto Makassar De Angkringan: Tau-tau Dapat Diskon

25 Jan

Permisi, judul postingan kali ini sebenarnya menurut saya sendiri agak-agak absurd dan blur, tapi semoga setelah membaca keseluruhan postingan kali ini jadi tidak seabsurd itu dan semoga ada sedikit esensi yang bisa dipetik (berasa tentang apa aja), hehe.

Jadi cerita diawali saat mau makan malam bareng teman-teman SMA yang masih tersisa di Bandung, yang tak lain dan tak bukan adalah Upan, Fatan, Jangir, dan Maman (nama sebenarnya -red). Saya mengusulkan untuk mencoba makan di tempat makan yang kayanya relatif baru yang ada di parkiran Dukomsel Dago, seberangnya GKI Maulana Yusuf. Saya tertarik karena namanya menarik, “De Angkringan”. Jujur aja, saya berpikir itu adalah bentuk modern dari angkringan-angkringan khas Jogja yang bakal menyediakan nasi kucing, sate usus, goreng-gorengan, dan susu jahe. Yang lainnya pun membayangkan hal yang sama begitu diberitahu nama tempatnya De Angkringan.😐

Tapi begitu sampai di lokasi, kita terpekur bersama, soalnya emang bukan seperti yang dibayangkan bersama. Lebih tepat disebut food court si sebenarnya, ada beberapa jenis jualan di situ, ada yang yang menyediakan kopi komplet dengan sofa-sofa buat berleha-leha bercengkrama sambil menyeruput kopi, ada yang jualan berbagai jenis bakso, dan ada yang berjualan makanan makassar, jadi dia ada menyediakan coto makassar dan konro.

Akhirnya semua rame-rame memesan coto makassar sama konro kecuali saya. Pertamanya saya ga memesan makanan, soalnya udah kenyang abis makan sore, saya cuma memesan makanan bernama Ketan Duren (yang disingkat tandur sama yang jual😐) karena penasaran. Tapi ga lama kemudian saya tergoda juga si saat coto pesanan teman-teman muncul tampak super menarik, jadi akhirnya memesan juga.πŸ˜€

Itu ketan durennya, ternyata memang namanya cukup harafiah, jadi ada ketan putihnya, lalu ada kaya campuran duren dan gula merah gitu, manis, durennya ga menyengat baunya tapi masih berasa banget, tapi lama-lama agak eneg juga entah kenapa, mungkin karena manisnya itu kali ya.

Nah untuk yang cotonya, ada 2 pilihan, mau pake daging khas atau campur, kalau daging khas itu isinya daging aja, kalau yang campur ada hati sama paru nya, saya pilih yang campur waktu itu. Dan ternyata ga salah saya ikut memesan, rasanya emang enak, jujur aja ini pertama kali saya makan coto makassar, hehe, berasa banget banyak rempah nya, kata si Maman pake cengkeh segala malahan, mungkin itu yang yang bikin kuahnya berasa segar. Dagingnya juga empuk banget, enak, sayangnya dikit soalnya banyakan hati sama paru nya. O iya, untuk coto, bisa milih pake nasi, ketupat, atau burasa, yang mana saya masih agak bingung apa bedanya sama ketupat sama burasa.πŸ˜€

Setelah hore-hore menikmati makanan, akhirnya tiba juga saatnya membayar, duh. Ketan duren nya tu harganya Rp 7500, kalau cotonya yang daging khas Rp 12.500, yang campur Rp 11.000. Waktu itu Upan yang bayar pertama, dia malah ditanyain masih kuliah apa enggak, ternyata kalau masih kuliah didiskon 20% dong, wow wow ! Sayang sekali upan udah ga kuliah, hoho, tapi untungnya saya masih kuliah (dan bawa KTM), jadilah makanan saya didiskon 20%, haha, hepi.

Yang saya masih belum yakin, itu tu diskon beneran emang lagi ada diskon, apa diskon yang spontan aja soalnya muka-muka kita muka kurang makan makanan bergizi semua gini, jadi dianya kasian, kayanya suatu saat perlu dipastikan lagi kebenarannya, mungkin teman-teman yang baca ini cobain juga dong lalu kasih info ke saya.πŸ˜€

(O iya, tadi pas brosing nemu sesuatu yang gaul, ternyata ada istilah tersendiri kalau mau makan coto, yaitu ‘maco’ yang merupakan singkatan dari ‘makan coto’ =)), sumbernya di sini).

Tetap kalap, tetap sehat, tetap bahagia, dan semoga sering-sering dapat diskon.

2 Tanggapan to “Coto Makassar De Angkringan: Tau-tau Dapat Diskon”

  1. currarpickt 29 Januari 2012 pada 21:24 #

    burasa itu bentuknya persegi panjang dan luarnya licin mulus gitu..ketupat ya bentuknya belah ketupat dan kulitnya dianyam..kalo burasa kulitnya cuma daun langsung kagak dianyam..dan menurut gw lebih enak burasa daripada ketupat :9

    dan kenapa coto yang dijual orang-orang di luar makassar itu selalu gede sih mangkoknya =_= aslinya kan mangkoknya kecil kayak mangkok nasi hokben =_=

    • Dominikus 29 Januari 2012 pada 22:00 #

      wohoo, ada orang makassar muncul memberi pencerahan ^:)^

      kalau di Bandung di mana yang ada coto makassar yang rasanya paling ‘ori’ gem ?πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: