Dapur Eyang, Seperti Berkunjung Ke Rumah Eyang

10 Jul

Halo-haloo, lama sekali tidak bersua dengan kita berdua *untuk ukuran blog si ga update hampir 3 tahun itu sebenarnya sangat suram ya, haha*. Yah, apa mau dikata, sudah terjadi, maka terjadilah, hehe. Dan sekarang kami mau mulai share-share lagi pengalaman makan kalap kami di sini. 3 tahun lebih sudah berlalu, banyak sekali hal yang terjadi di bidang permakanan kami, tapi langsung saja lah ya ke ceritanya.

Untuk sebuah post perdana setelah sekian lama, akan aku share pengalaman makan kalap kami ke sebuah tempat yang sudah dinobatkan menjadi salah satu tempat makan favorit selama beberapa saat terakhir, tempat itu adalah … Dapur Eyang! Bayangkan, ‘dapur’ dan ‘eyang’, sebuah kombinasi di bidang makanan yang sangat ultimate. Lokasinya ada di Jalan Tubagus Ismail, tidak terlalu jauh dari jalan Dago. Jadi kalau dari arah jalan dago, setelah sebuah kurva pertama ke kiri, bersiap-siaplah, karena di bagian kiri akan kafe Dapur Eyang ini. Dulu pertama kali tahu sekitar tahun 2014 kalau tidak salah diberi tahu oleh Hasby, cukup shock juga waktu itu karena merasa sering sliwar-sliwer daerah Tubagus ini tapi tidak pernah ngeh.

Jadi Dapur Eyang ini adalah sebuah kafe, namun memang ada atmosfer yang menurutku berbeda dengan kafe-kafe pada umumnya di Bandung. Suasananya sangat nyaman, adem, dan tenang sekali, karena memang berlokasi sebuah rumah yang lama lengkap dengan perabot-perabotnya yang memang semakin mendukung ke-“eyang”-an Dapur Eyang ini. Tempat favoritku di bagian belakang, ada bar kecil dan tembok yang dilapis dengan pinewood plus lampu warna kekuningan memperkuat suasana yang tenang.

suasana.png

Nah oke, jadi suasananya udah enak, gimana makanannya? Nah ini dia yang bikin makin favorit, menu m1asakannya tu masakan-masakan yang memang pada dasarnya sudah cocok di lidah dan perutku, haha. Kalau di sini paling sering memesan nasi cikur polos, lalu angsio tahu atau tumis kangkung, lalu cumi goreng tepung, kakap, atau ayam untuk lauknya, sama minumnya adalah teh dilmah dingin dalam poci, nyem, semua nikmat.

Hingga suatu saat ada kesempatan untuk mengajak kencan Elvina ke sini, langsung saja lah, kita datang, kita masuk, kita menuju tempat favorit, dan kita memesan serentetan menu favorit, dan tidak lama menunggu, datanglah pesanan itu, tidak berapa lama kemudian datanglah … (dan tidak beberapa lama kemudian datang juga Hasby dan Halida yang ternyata juga kencan di situ, hoho)

nasi-cikur

Nasi Cikur polos, primadona

angsio

Angsio Tahu penuh konten

kakap-asam-manis

Kakap Asam Manis

calamari.png

Calamari, kerenyes

teh-poci

Teh Dilmah dingin dalam poci, biasanya pesan rasa leci

Nasi cikurnya enak banget, cikurnya berasa dan ada kremes-kremesnya yang bikin makin nikmat. Selain itu porsinya juga mantap, bahkan kalau lagi ga begitu lapar, biasanya aku pesan 1/2 porsi saja.

Menu masakannya enak-enak, kontennya juga banyak, cocok banget buat maem bareng-bareng. Angsionya kuahnya enak, isinya banyak, kakap asam manis pun demikian, saus asam manisnya enak dan pas banget buat dicampur ke nasi cikur, plus daging kakap yang digoreng tepung juga ga mengecewakan rasa dan porsinya. Calamari juga enak walaupun seperti layaknya calamari biasa, cukup jadi cemilan saja karena tidak mengenyangkan, haha. Kalau kata Elvina si enak juga.

Kalau teh yang dipakai buat teh pocinya itu adalah teh Dilmah biasa sebenarnya, tapi agak berbeda dengan kafe kebanyakan yang biasanya penyajian per 1 cangkir, di sini disajikan dalam poci, yang bisa untuk 4 cangkir, jadi biasanya si pesan 1 poci buat berdua, hehe. Kalau kesukaan kami si pesan yang dingin, nyesss.

Dan psst, hal-hal lain yang sebenarnya bikin tempat ini semakin favoritku adalah pelayanan yang bagus dan tentu saja harganya masuk, hahaha. Dengan suasana, porsi, dan rasa makanan dan minuman yang menurutku sungguh oke, harganya sangat terjangkau, nasi cikur polos sekitar Rp 7.000, menu-menu masakannya sekitar Rp 16.000 – Rp 25.000 an, dan teh nya 1 poci itu Rp 12.000 an. Kalau buat ramai-ramai bisa lebih hemat lagi tu soalnya sebenarnya 1 menu masakan bisa dimakan ramai-ramai. Somehow memang seperti habis berkunjung ke rumah eyang, nyaman dan balik-balik kenyang dan puas.

Oh ya, sebenarnya di dalam Dapur Eyang ini ada menu-menu kopi juga yang disediakan oleh subunitnya yang bernama Kopi Eyang, nanti deh ya dibahas di post berikut.

Okee, cukup segitu dulu, semoga sharing pengalaman makan ini ada manfaatnya, haha, tetap kalap, tetap sehat, dan tetap berbahagia.

Dapur Eyang

Alamat: Jl. Tubagus Ismail Raya No.11, Sekeloa, Coblong, Bandung City, West Java

Jam Buka: 11.00–21.30

2 Tanggapan to “Dapur Eyang, Seperti Berkunjung Ke Rumah Eyang”

  1. dickyabdurachman 10 Juli 2016 pada 21:02 #

    Wah boleh dicoba nih..

    • Dominikus 11 Juli 2016 pada 21:00 #

      kalau ada referensi tempat makan yang yahud2 dan bisa buat kalap-kalap silakan dishare kang dicky😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: