Cemilan · Tahu

Cemal-cemil Olahan Tahu di Warung Talaga

Hai hai, malam-malam jam segini biasanya aku lapar dan ngantuk, jadi ga bisa mikir yang berat-berat, jadi mungkin waktu yang sebenarnya cukup tepat untuk bercerita tentang pengalaman galau-galau makan kalap, hehe.

Singkat cerita, pengalaman yang akan diceritakan di sini adalah pengalaman jajan di warung talaga. Warung Talaga adalah sebuah ‘warung’ yang menjual berbagai macam cemilan olahan tahu yang merupakan produksi dari Pabrik Tahu Yun Sen yang katanya udah ada dari tahun 1938. (selain tahu2an ada beberapa makanan berat si sebetulnya, kaya mie, nasi-nasian, dll). Kami termasuk sering ke sini karena olahannya berupa cemilan, jadi bisa dimakan sehabis makan berat atau bahkan sebelumnya dan berasa oke-oke aja. (apa sih cemilan yang ga oke ? πŸ˜›)

Berikut ini beberapa menu yang kami pesen pas terakhir ke sana, namanya emang aneh-aneh, tapi untungnya di menunya ada foto-foto juga jadi setidaknya ga random-random banget pesannya, hehe:




Berurutan dari atas adalah tahu buntel, tahu gondrong, tahu samosa, sama kerupuk banjur. Tahu buntel tu tahu yang dibungkus sama pangsit lalu diikat pake semacam sayuran gitu, enak dalamnya, tapi mungkin yang tahu buntel ini cukup banyak ditemui juga di cafe-cafe lain. Lalu kalau tahu gondrong itu tahunya dililitin kaya di foto itu, enaknya tu tepung lilitannya itu renyah banget apalagi kalau masih anget, menu ini yang adalah salah satu favoritku, :D. Tahu buntel sama tahu gondrong dilengkapi dengan sambel yang sama, dan harus diakui kalau sambelnya emang enak, kombinasi pedas sama manisnya sambel bareng sama gurihnya tahu itu emang ciamik banget.

Lalu setelah itu ada tahu samosa, bentuknya kaya pangsit segitiga gitu, di dalamnya ada tahu yang diberi kaya bumbu yang agak pedas gitu, yang ini favorit Elvina, hoho. Dan yang terakhir adalah kerupuk banjur, kerupuk aci yang diberi kuah kaya bumbu kacang gitu tapi pake oncom, aku kurang suka rasa oncom tapi suka bumbu kacang sama kerupuk, jadi pas makan ini rasanya ada dilema dalam diri. Selain itu semua biasanya kami pesan kembang tahu, yang ini kaya bagian tahu yang lembut banget, diberi kuah kaya jahe gitu, aku pertama kali makan di sini dan rasanya enak banget. πŸ™‚

Untuk cemilan-cemilannya, harganya berkisar antara Rp 7.000 sampai Rp 15.000, pesan kami jangan super kalap aja si di sini, yang namanya cemilan kan sering kebablasan kalap soalnya ga kenyang-kenyang rasanya, hehe.

Lokasi Warung Talaga ada di Ciwalk atau PVJ, namanya ‘warung’ karena konsepnya emang warung-warung kelontong jaman dulu, lengkap dengan properti-properti pelengkap suasana kaya poster-poster dan benda-bendi perkelontongan dari jaman dulu. Dan selain piring-piringnya masih pake piring kaleng yang lurik itu, mas-masnya juga pake kostum yang mendukung, seru juga, hehe.Β Ini foto-nya (ini foto yang ada di PVJ, tapi foto lama, yang sekarang udah dieksten jadi lebih gedhe lagi).

So, jadi tertarik cobain weekend ini ? πŸ˜€Β Tetap kalap, tetap sehat, tetap berbahagia

Cemilan · Siomay

Cemilan ala Blitz

Hai hai, pada postingan ini tidak akan diceritakan tentang makanan dari suatu tempat makan atau restoran seperti biasanya, tapi tentang makanan kecil alias cemilan yang dijual di sebuah bioskop, lebih tepatnya Blitz Megaplex PVJ Bandung. Hoho.

Jadi ceritanya begini, pada suatu hari, yang mana adalah hari Jumat kemarin, saya libur kantor, hari libur yang tidak lazim sebenarnya tapi justru itulah menyenangkannya, hehe. Kami berdua memutuskan untuk menonton estafet di bioskop (sayang cuma sempat nonton 2 film saja, sudah terlalu malam untuk film ketiga 😦).

Sebelum kemarin itu, saya sebenarnya belum pernah membeli makanan apapun di bioskop selain popcorn. Salah satu alasan utama adalah harganya yang relatif terlalu mahal untuk makanan dengan jenis dan rasa seperti itu. πŸ˜€ Tapi ada pengecualian untuk kemarin, jadi waktu jeda antara film pertama dan kedua cukup sempit, namun kami tidak rela membiarkan perut kami mengembik selama nonton film kedua, hehe. Akhirnya kami memutuskan yang praktis saja, memesan makanan kecil yang dijual di counter makanan Blitz (yang kalau dilihat-lihat gambarnya memang menarik juga si, hehe).

Chicken CornPesanan pertama kami adalah Chicken Corn, kira-kira begitulah bentuk dari Chicken Corn, saya sebenarnya mengira chicken corn itu mengandung jagung manis (yang mana terbayang rasanya enak, hehe), tapi kemudian dijelaskan oleh Elvina kalau disebut chicken corn karena bentuk penyajiannya yang menyerupai jagung. 😐 Jujur saja, awalnya terasa enak, ayamnya kerasa renyah gitu. Tapi kok lama-lama jadi semakin hambar ya, saya bingung juga kenapa bisa gitu, lidah kami yang salah atau emang bumbunya yang kurang rata ?

SiomayLalu kami memesan siomay juga, yang aroma ikannya cukup menyengat, tapi masih bisa saya tolerir (saya ga suka seafood sebenarnya, hehe), isinya ada 5 buah. Rasanya enak sebenarnya, tapi kaya kurang berasa bumbunya, kriuk-kriuk nya juga bikin enak, cuma terlalu besar kayanya dibanding ukuran siomaynya sendiri. πŸ˜€

Harga cemilan di Blitz berkisar sekitar Rp 20.000 an, seperti yang saya bilang, berasa terlalu mahal menurut saya, namun maklum aja si sebenarnya di tempat seperti itu. Walaupun begitu keberadaannya cukup membantu di saat malas keluar lagi untuk beli makanan kok. (misalnya kaya kemarin πŸ˜€)

Yuk mari, demikianlah postingan kali ini, semoga berguna, dan bisa membuatΒ tetap kalap, tetap sehat, dan tetap bahagia. πŸ˜€