Gado-Gado

Gado Gado Angkasa

Haloha, postingan tentang makanan sehat favorit kami lagi, yaitu gado-gado, hoho. (asumsi kami kalau sayur2an = sehat 😛) Gado-gado yang satu ini terletak di jalan Tengku Angkasa, ga heran kan kalau namanya adalah Gado-gado Angkasa, hehe. 😀

Pesanan pertama kami jelas saja adalah gado-gado, yang terkenal dari gado-gado di sini selain enaknya adalah porsinya yang besar, kalau lagi ga lapar saya selalu kekenyangan banget kalau makan 1 porsi sendirian, hehe.  Gado-gadonya enak lo, bumbunya mantap dan gurih, dan karena porsinya banyak, bisa puas deh makannya. Biasanya kami pesan ga pake ketupat, dan bakal diganti dengan kentang yang lumayan banyak nanti. 😀

Nah, karena kemarin kita memesan gado-gado nya 1 buat berdua, kita jadi bisa memesan yang lain, yaitu mendoan dan pepes tahu. Mendoannya enak juga, sangat cocok dimakan bareng gado-gadonya, mendoannya tidak terlalu berminyak, lalu tepungnya cukup banyak, jadi cukup mengenyangkan. Lalu saya pertama kali makan pepes tahu kemarin itu, enak-enak aja ternyata. 😀

Harganya relatif murah si gado-gadonya kalau untuk porsi sebanyak itu, yaitu Rp 12.000. Mendoannya Rp 500 per buah kalau ga salah, lalu pepes nya sekitar Rp 2000 an. Kalau dari tempat makannya, menurut saya si merasa tidak senyaman itu, apalagi kalau dapat kursi yang di luar dan pojok2, tapi saya suka karena bukanya pagi-pagi, saya beberapa kali datang jam 7 pagi dan udah buka. Selain gado-gado, di sini juga jual nasi rames gitu juga.

Begitulah cerita tentang Gado-Gado Angkasa dari kami, semoga menggiurkan. Tetap kalap, tetap sehat, tetap bahagia. 

Iklan
Gado-Gado

Gado-gado ‘Warna Rasa’ Warnai Hariku

2 hari pertama di minggu ini saya lalui dengan sakit-flu-agak-berat, yang membuat saya mau tidak mau harus tahu-diri dan tidak keluyuran dulu. Namun, untungnya, di dekat kosan saya ada gado-gado yang menurut saya super enak, dan tanpa keraguan pun saya ajak Elvina untuk sarapan di tempat itu, dan (tampaknya) tanpa keraguan pula dia menyetujui, ditambah lagi memang selama ini saya sudah sering bercerita betapa sukanya saya sama gado-gado ini, hoho. 😀

Gado-gado tersebut bertitel Gado-Gado Warna Rasa, terletak di bilangan Cisitu di sebelah selatan Indomaret, di seberang tempat ngetem favorit angkot Cisitu-Tegallega. Tapi mungkin jika tidak teliti tidak tampak jelas, karena sebenarnya tempat berjualannya bukan seperti warung makan, tapi hanya seperti booth-gado-gado gitu, dan di situ terdapat beberapa booth-booth makanan lain juga. Tempat ini buka jam 9 an sampai sore hari sehabisnya.

Setelah beberapa saat menunggu sang bapak meracik dengan seksama, tibalah pesanan kami (yang difoto punya Elvina soalnya yang punya saya piringnya piring bulat biasa, bukan daun2 keren, hehe):
gado-gado

Kalau dari isi sayurannya, sebenarnya mungkin biasa saja, irisan kol, timun, taoge, kentang, selada, tahu, dan sejenisnya, namun bumbunya menurut saya benar-benar enak ! Jadi bumbunya itu kental dan lembut banget, bagaikan tidak ada kacang dan gula merah yang gagal terblender (asumsi bapaknya pake blender) dengan sempurna, dan saya suka sekali rasa manisnya, susah menjelaskan si sebenarnya, tapi menurut saya sudah pas sekali, hehe. Apalagi kalau belinya pagi-pagi, di saat bumbunya masih agak hangat, nyyeeemm, yummy banget.

Lalu lalu, bagian lain yang jadi favorit saya adalah selain kerupuk, ada emping juga, saya selalu membiarkan emping itu tidak termakan sampai di penhujung acara makan saya, di mana kemudian saya menemukan emping-emping yang ada sudah berlumur bumbunya, rasanya menurut saya orgasmus banget, salah satu yang bikin saya ketagihan gado-gado ini, hehe. 😀

Serunya, saya menulis postingan ini sambil makan gado-gadonya lo, jadi setiap kata yang saya ketikkan tampaknya cukup akurat menggambarkan sensasi yang saya rasakan akan gado-gado ini, Saya memang sering sekali sarapan gado-gado ini, makanya, tidak berlebihan tampaknya kalau saya beri judul “Gado-gado ‘Warna Rasa’ Warnai Hariku”, hahaha.

Dari hasil ngobrol-ngobrol dengan bapaknya, ternyata Warna Rasa yang di Cisitu ini adalah cabang. Pusatnya, yang notabene milik orangtua sang bapak, terletak di jalan Pagarsih, buka jam 4 an katanya. Saya sendiri belum pernah mencoba, tampak jauh tempatnya. Hehe.

Harga 1 porsi gado-gado ini adalah Rp 8000, tapi tadi bapaknya ngomong ke saya kalau mulai awal Juli bakal naik jadi Rp 9000, well, asal rasa dan kualitasnya masih sama, ga masalah si harusnya. 😀

Oke, tetap kalap, tetap sehat (karena makan sayur-sayuran, hoho), dan tetap bahagia ya !