Masakan Manado · Non Halal

Menu terselubung di Legoh

Haloha, jumpa lagi, sesi makan kalap kali ini saya makan bersama si Brian (lagi lagi) dan si Babai (baru aja balik dari menuntut ilmu bahasa dari negeri China loo). Jadi sebenarnya tadi kami pertama menuju ke Lima Serangkai soalnya si Babai kangen katanya, tapi apa daya ternyata tutup dan bakal buka baru tanggal 19 Januari nanti, ya sudahlah, akhirnya kita menuju ke Legoh yang letaknya di Jalan Sultan Agung, di seberang SMA Aloysius. Tempatnya tu kaya di teras / garasi nya distro God.inc gitu, semi terbuka, jadi sejuk, dan tadi waktu kami ke sana lagi super ramai, gara2 hari sabtu mungkin, apalagi pas jam makan siang. Dulu saya sama Elvina pernah ke sini juga, tapi waktu itu cuma nyobain nasi goreng terselubungnya aja, hoho.

Dulu pernah baca-baca kalau Legoh ini punyanya drummernya Koil yang namanya Leon Legoh, menu-menu nya juga juga bikinan dia, makanya makanannya emang masakan Manado, rica-rica semua, mulai dari ayam goreng rica, bebek goreng rica, cumi rica, sampai nasi goreng rica. Pedesnya juga bisa milih, ada 4 tingkat, kalau ga salah inget yang paling pedes namanya pedas super mampus.

Nah, tapi, yang mau kami pesan sayangnya ga ada di menu, yaitu masakan daging babi nya, ada babi cuka, babi rica, sama nasi goreng babi kecap setau saya. Lalu kalau mau pesen kan harus ngomong langsung ke mbak/mas nya, jadi kesannya memang terselubung gitu menunya. Tapi setau saya si udah kaya rahasia umum si menu ini, udah kaya semua orang tau aja. 😀

Jadi akhirnya saya sama Brian pesan nasi goreng babinya, pake piring ceper yang agak gedhe gitu penyajiannya, tampak oily dan menarik banget penampakannya. Rasanya enak, nasinya entah kenapa kaya kering-kering gitu, apa gara2 daging nya juga dimasak kering-kering gitu juga ya. Porsinya banyak juga, mayan kenyang juga pesan benda ini.

Nah ini dia yang biasanya dicari-cari orang, yang kali ini dipesan sama si Babai juga, yaitu babi cuka, tapi sambel dabu-dabu nya lupa difoto sayangnya, agak blunder. 😐 Daging nya gedhe2, rasanya enak, agak2 gimana gitu, lalu ada bagian yang kecil-kecil dimasak kering gitu juga, enak tu bagian itunya, saya nyomot2 punya si babai agak banyak si tadi, sampai dia sempat pasang muka ga terima gitu, haha.

Selain menu utama, kami pesan beberapa makanan kecil juga tadi, Brian merekomendasikan keju aroma tadi, dia ngomongnya enak, saya si manut-manut aja, penasaran juga. Setelah datang bengong juga liat bentuknya kurus-kurus amat gini, ternyata eh ternyata, keju aroma itu tak lain dan tak bukan adalah pisang aroma tapi dalamnya stick keju gitu, jadi kaya keju dibalut sama kulit tepung yang manis, rasanya luar biasa enak lo, kremus-kremus manis enak gitu, lalu karena kejunya kecil-kecil aja jadi saya ga merasa eneg. Cuma karena dikit (dibagi 3 lagi :|) rasanya belum puas sama sekali.

Selain itu saya pesan mendoan juga tadi, ditanyain sama mas nya mau yang basah apa kering, saya pilih basah, tapi ternyata beneran basahnya tu agak berlebihan minyaknya gitu, ga sekedar digoreng lembek aja, lain kali pesen yang kering aja kali ya. Rasa mendoannya enak juga, beneran mendoan gitu, bukan sekedar tempe goreng tepung, jadi tepungnya ga kematengan, enaks. 🙂

Untuk harganya, sebenarnya relatif murah untuk menu-menu yang biasa, keju aroma itu Rp 6000, mendoan Rp 5000, tapi untuk yang menu-menu berbabi lumayan juga, nasi gorengnya Rp 25.000, babi cuka nya Rp 24.000, masih harus tambah nasi putih juga, hehe.

Lain kali ke sana lagi makan yang menu ga terselubung deh ya, kabar-kabarnya enak-enak juga loo, lalu nanti bisa dishare di makankalap juga. 😀

Okeii, tetap kalap, tetap sehat, dan tetap berbahagia buat semuanya. 🙂

Mie · Non Halal

Kalap di Mie 123

Hai hai, postingan kali ini spesial, karena ada Brian dan Irma Juniadud juga ikut makan kalap bersama kami berdua. Lalu, judul di atas itu benar adanya, memang si, biasanya kami makan dengan kalap, tapi, yang satu ini benar-benar super kalap, melebihi batas kalap biasanya. Hehe.

Cerita berawal saat hari sabtu lalu, saat saya makan siang bersama brian dan teman SMA nya, temannya bercerita tentang sebuah tempat makan mie enak, baso goreng nya luar biasa kata dia. Saya dan brian yang menganggap baso goreng Encek adalah yang paling ultimate enaknya pun langsung tergelitik untuk mencobanya. Ahuhu.

Dan di hari minggunya pun kami berempat mengunjungi tempatnya dalam bayang-bayang rasa penasaran. Nama tempatnya tu Mie 123, letaknya di Jalan Emong 4. Kalau dari simpang lima, ambil jalan Gatot Subroto, pertigaan jalan Burangrang (yang ada tank stuart nya) masuk ke jalan Burangrang, di percabangan pertama, ambil ke kanan, itulah jalan Emong, nanti di kiri jalan ada deh Mie 123 nya. Atau kalau yang dari selatan bisa masuk langsung dari jalan Karapitan. Kemarin temen si Brian ngomong kalau hari minggu bakal ramai banget, tapi karena kami datang jam 10 an, belum ramai. 😀 (tapi nantinya bakal rame banget, dan kami sampai dipelototin tante-tante judes yang nungguin dapat tempat 😦)

Setelah sampai, saya dan Brian memesan yamin manis spesial, Elvina memesan yamin asin spesial, Irma memesan mie pangsit. Tak lupa saya memesan 10 baso goreng, dan 4 siomay (karena tergiur bentuknya, hoho).

Pesanan pertama yang muncul adalah baso goreng, dan kita langsung shock semua, banyak bangeet. Jadi sebenarnya saya berasumsi ukuran baso goreng itu adalah sebesar yang ada di Encek ataupun di Enggal, namun ternyata hampir sampai 2.5 kali lipatnya ! Auauau. Yang di foto ini baru setengahnya: 😐

Baso Goreng

Dan ternyata Elvina, Brian, dan Irma sepakat kalau rasanya lebih enak daripada baso goreng encek, kalau saya sendiri masih ragu  enak yang mana sebenarnya, sama-sama enak si, hehe, ada kelebihan dari baso goreng ini, yaitu lebih berasa udangnya, lebih kenyal dan berisi, lebih besar dan lebih puas (walau lebih mahal juga), sedangkan kelebihan dari baso goreng encek adalah lebih renyah, lebih berasa baso gorengnya secara keseluruhannya, dan ada sambelnya yang enak. 😀 (maaf malah ngebanding2in, hehe)

Lalu kalau untuk yamien nya:

Yamien Manis

Kuah Yamien Manis Spesial

Tampak menarik dan merekah kan, hehe, mienya tampak nikmat dan penuh potongan ayam, di kuahnya ada baso, pangsit rebus, dan babat. Di suapan pertama, saya dan Brian merasa rasanya mirip-mirip sama yamien manis di Encek, tapi lama-lama berasa agak beda, mungkin karena kuahnya ga segurih yang di Encek, tapi tetap memuaskan dan enak lo. Porsinya besar, yang kalau kata Elvina memang pantas untuk dilabeli ‘spesial’, hehe. Selain itu, kata Elvina mie nya enak banget pas dimakan bareng pangsit rebusnya.

Lalu selain itu ada mie pangsit punya si Irma

Mie Pangsit

Yang ini tidak kalah menarik menurut saya, tapi si Irma ngomong walau puas karena porsinya banyak, rasanya biasa-biasa aja, saya sendiri ga mencicipi si, hehe.

O iya, imbas dari saya yang secara impulsif dan tidak berpikir memesan baso goreng terlalu banyak tadi adalah kami berempat kekenyangan, tapi ternyata, perjuangan belum berakhir, masih ada 4 siomay ukuran besar yang kami pesan tadi:

Siomay

Dengan kekenyangan kami berusaha untuk memulai memakan siomay tadi, dan ternyata, rasanya sangat enak. Mungkin (kalau tidak salah ingat) ini adalah siomay terenak yang pernah saya makan. Saya berandai-andai, kalau dalam keadaan lapar dan tidak kekenyangan seperti kemarin, seenak apakah siomay ini, pasti jauh lebih enak lagi, hehe.

Dan beginilah sisa-sisa kekalapan kami

Hasil Makan Kalap

Dan pada akhirnya kenikmatan (sesaat) dan kekalapan itu harus dibayar mahal (secara literal, hehe), yamien spesial harganya Rp 24.000, mi pangsit Rp 18.000, baso goreng per glundung nya Rp 7.000, dan siomay nya Rp 9.000. Lain kali saya datang ke sini lagi ah, dengan perhitungan yang lebih matang tentunya, biar nikmatnya benar-benar pas, haha.

Walaupun kalap, yang pasti, semoga tetap sehat, dan tetap bahagia untuk semua. 🙂

Mie · Non Halal

Mie Danau Toba

Halo halo, ini adalah postingan pertama saya, semoga mengenyangkan mencerahkan. 🙂

Waktu itu sekitar tengah april, saya lupa gimana si awalnya, saya udah janjian sarapan bersama Elvina lalu pingin coba2 benda-benda baru, hehe. Lalu saat googling dapat sebuah postingan blog yang judulnya Mie Danau Toba : Menu Sarapan Sekaligus Makan Siang. Dari judulnya aja udah tersirat jelas kalau porsinya banyak banget, hoho, waktu itu mikirnya jelas harus dicoba.

Dan, petualangan pun dimulai, di blog tadi disebutkan lokasinya di Jalan Cibadak di depan Toko Buku Merauke, pertama saya kira di Jalan Cibadak yang sebelah timurnya Gardujati, dan ga ketemu2, setelah tanya pada seorang om-om yang baik hati, ternyata toko buku Merauke terletak di jalan Cibadak yang bagian baratnya Gardujati. Lalu ketemu deh, tepat abis belokan, di kanan jalan. Agak bingung juga pas nemu ternyata bukan rumah makan, tapi ternyata gerobak gitu, fakta mengejutkan tersebut membuat makin penasaran (dan kelaparan) aja.

Di menunya tersedia yamien dan yahun, dan seperti biasa, bisa pilih mau asin apa manis. Waktu itu saya pesan yamien manis, Elvina pesan yamien asin. (nantinya bakal ketuker, jadi saya dapat yamien asin, tapi lalu yamien asin nya saya konversikan jadi yamien manis dengan cara menambahkan kecap manis banyak2). Dada saya waktu itu agak berdebar-debar waktu menunggu pesanan datang karena udah kelaparan. Dan beberapa saat kemudian, datanglah makanannya, bentuknya seperti ini

Mie Danau Toba

Tampak enak bukan ? Hehe. Jadi di mie nya itu ada char siew alias babi panggang (ketutupan pangsit padahal banyak 😦), telor kecap, pangsit, dan mie-nya yang tipis2, sekilas mirip kwetiauw. Bisa dilihat porsinya gimana, sampai mangkuknya penuh. 😀

Kuah Mie Danau Toba

Daan, yang agak heboh adalah kuahnya, isinya ada bakso, kulit goreng, usus babi, pangsit, dan sayur. Wow banget kan, hehe.

Ternyata selain banyak, enak juga, jadi puas banget lah. Tapi mungkin karena porsinya yang menggila, di akhir2 ada saya merasakan sensasi kekenyangan yang kurang mengenakkan, hehe.

Dan saya menyimpan fakta menyenangkan ini untuk penutup tulisan ini, yaitu, harganya cuma Rp 13.000,oo. 😀