Sate

Sate Di Balik Gedung Sate

Awalnya saya dan Elvina hari ini ingin mencoba Maple Snuggles, namun saat saya ke jalan Laswi 1, kami ga menemukan benda yang dicari. (siangnya kami baru tahu kalau Maple Snuggles untuk sementara pindah ke Jalan Lombok 9 – semoga dalam waktu dekat dapat mencoba dan tentu saja menge-post-nya di blog ini 😀)  Akhirnya saya teringat pernah makan sate yang enak di belakang Gedung Sate, dan setelah Elvina manggut-manggut setuju, kamipun meluncur ke situ.

Jadi sate tersebut terletak di belakang Gedung Sate, berada di antara penjual-penjual makanan  kaki-lima yang lain. Terakhir saya makan di situ sekitar tahun 2007, dan tadi entah kenapa senang sekali menemukan sate tersebut masih ada, soalnya seingat saya, sate di situ enak sekali, sayang banget kalau udah ga ada lagi, hoho. Sate tersebut tidak bernama, setidaknya tidak ada plang atau spanduk apapun terpampang, soalnya memang ibu yang berjualan sekedar duduk di sebuah bangku kecil dan pembakar satenya ditaruh begitu saja di trotoar. 😀

Kamipun segera memesan 2 porsi sate ayam. Tidak seperti kebanyakan sate, sate di tempat ini sebelumnya telah dimasak hingga matang terlebih dahulu sebelum dibakar, jadi selain waktu membakarnya jadi lebih cepat, satenya juga tidak sampai gosong-gosong gitu, jadi tampak ciamik sekali, hehe. Kira-kira seperti begini :

sate-ayam

Setelah gigitan pertama, saya menjadi makin senang, karena rasanya ternyata masih enak sekali, hehe. Dan walaupun sate ayam, tapi potongan dagingnya tidak kecil-kecil, sehingga saat dimakan bersama bumbu kacangnya mantap sekali rasanya. Hal menarik lainnya adalah penyajian sate ayam di sini tidak memakai piring, tetapi masih memakai daun pisang (di-pincuk kalau orang jawa bilang).

Setelah selesai makan, sayapun memutuskan untuk ‘mengetes’ sate sapi-nya sekalian. 😀 Kali ini saya memesan sate sapi tanpa lontong.

Sate sapinya enak juga lo sebenarnya, namun karena sebelumnya baru saja makan sate ayam yang rasanya ultimate, jadi berasa biasa saja, hehe.

Lalu Elvina juga sempat memesan es buah juga, karena seingat saya es buah di situ juga enak, dan inilah hasil pesanannya:

es-buah

Isi dari es buah-nya unik dan agak lain dari yang lain, jadi selain buah-buah yang biasa ada di es buah pada umumnya, terdapat agar-agar, sawo, jambu biji, mangga, dan stroberi. Es buah yang enak dan menarik. 😀

Harga sate ayam maupun sate sapi per porsi nya adalah Rp 12.000 kalau pake lontong dan Rp 11.000 kalau tanpa lontong (saya mengambil kesimpulan bahwa harga lontongnya adalah Rp 1.000, hehe).

Begitulah pengalaman kuliner kami siang ini, sampai jumpa di pengalaman yang lain. Tetap kalap, tetap sehat, dan tetap bahagia! 😀

Iklan