Tak Berkategori

Nikmatnya Mengudap Tahu Tauhid

Hup, postingan ini adalah postingan yang tanpa sadar sudah lama tertunda, soalnya harusnya dipost barengan dengan postingan yang ini. Tapi ya sudah lah ya, daripada tidak sama sekali lebih baik terlambat. (pembenaran 😀)

Waktu kami bersama Brian dan Mariskong piknik kuliner ke Lembang di waktu itu, kita tidak lupa mampir ke Tahu Tauhid, yang sebenarnya saya baru tahu juga saat beberapa bulan lalu main ke Lembang bersama teman-teman kuliah, hehe. Untuk menuju ke tempatnya, dari simpang empat setelah pasar (yang kalau belok ke kanan adalah balik ke Bandung), pilih terus, lalu beberapa saat kemudian di kanan jalan bakal ada plang yang lumayan besar kok. (Thankyou Adri buat petunjuknya 😛)

Setelah sampai, tahu-tahu kami sudah memesan 25 buah tahu saja. Kalau pesannya relatif banyak, bakal dikemas dalam keranjang dari anyaman bambu gitu.

Tahu Tauhid

Pada gigitan pertama, yang saya rasakan pada mulut adalah panas, soalnya benar-benar baru selesai dimasak. Beberapa gigitan setelah itu, yang saya rasakan adalah nikmatnya tahu ini. Luarnya renyah kremus-kremus, dan dalamnya lembut, rasanya juga gurih khas tahu, tapi tidak keasinan atau bahkan hambar seperti kebanyakan tahu goreng. Lalu yang menambah nikmatnya adalah si sambal kecap yang memang diberikan sebagai pelengkap.

Menurut saya si benar-benar bikin ketagihan dan ga bisa berhenti, tahu nikmat yang hangat dengan dukungan udara Lembang yang sejuk, apalagi dengan iringan obrolan ringan  yang penuh canda tawa. Priceless. 😀

Untuk harga, relatif murah sebenarnya, Rp 800 per buah. Selain yang sudah digoreng, disediakan juga yang belum digoreng lo kalau mau dijadikan oleh-oleh untuk cemilan keluarga. 🙂

Mari kita makan tahu dengan kalap, tetap sehat, dan tetap berbahagia.

Iklan
Belut · Tak Berkategori

Kedai Teteh Indorasa: Belut Kriuk-nya Mantaps

Setelah seminggu yang cukup melelahkan (namun cukup memuaskan) kemarin, kami bersama dua sejoli Brian dan Mariska (secara cukup spontan) memutuskan untuk main ke Lembang pada hari minggu. Tidak ada hal yang kami cari selain hal-hal menarik di luar rutinitas dan refreshing sebenarnya (dan kuliner tentunya, hehe 😀).

Dari awal, tujuan kuliner kami sebenarnya cukup jelas, yaitu Kedai Teteh Indorasa. Kenapa Kedai Teteh Indorasa ? Jadi waktu saya pertama kali pergi ke Kedai Teteh ini sekitar tahun 2008 bersama si Babi di sebuah malam sehabis bermain seharian, ada menu yang tidak terlupakan, yaitu belut saus mentega, yang benar-benar membuat ketagihan. Sayang, jarak dan waktu yang kurang bersahabat membuat saya sangat jarang bisa menikmati menu tersebut.

Lokasi Kedai Teteh Indorasa ini sendiri cukup mudah ditemukan, dari jalan Lembang yang ada Susu Murni-nya terus saja, sampai perempatan di mana kalau mau balik ke Bandung ke arah kanan, ambil jalan yang terus, beberapa saat kemudian di sebelah kiri tampak jelas plang Kedai Teteh Indorasa. 🙂

Kemarin kami cukup visioner, saat makan di tempat ini, tidak mau terlalu kenyang, soalnya pingin lanjut ke tempat lain, hehe. Tapi tentu saja Belut Saus Mentega ada dalam menu pesanan kami, ditemani dengan Gurame Indorasa (yang kata si Babi enak banget), dan ca kangkung polos.

Belut Saos MentegaNah ini dia Belut Saus Mentega nya. Jadi belutnya dipotong pendek-pendek lalu digoreng pake tepung sampai kriuk-kriuk, baru deh kemudian diberi saus menteganya. Rasanya? Sensasi belut di lidah yang emang udah enak, plus saos mentega, dikombo dengan kriuk nya yang juara, ga sampai kering dan keras, tapi ga lembek juga … ciamik banget! Bikin ga bisa berhenti makan karena crunchy-nya kata Elvina, hehe. Lalu Elvina cerita kalau di Bukittinggi dia pernah makan belut bumbu balado yang lebih enak lagi, wui, sampai ga kebayang enaknya kaya apa itu, pasti enak banget, hoho, slurup.

Gurame IndorasaTapi sayangnya ada rasa kecewa pada gurame indorasa, ternyata rasanya biasa-biasa saja. Sebenarnya rasa kecewa lebih karena ekspektasi yang berlebih karena si Babi yang udah bercerita kalau rasanya enak banget.

Ca Kangkung PolosCa kangkung polos-nya lumayan enak rasanya dan segar, karena masaknya ga sampai matang-matang banget kayanya. Cukup untuk memuaskan dahaga akan sayuran hijau nan berserat. 😀

Untuk kesemuanya porsinya ga mengecewakan, cukup untuk makan puas berempat. Saya lupa rincian harga-nya berhubung ga diberi notanya juga, tapi untuk ketiga menu di atas ditambah 5 nasi putih, totalnya adalah Rp 140.000 an. Worth it. 🙂

Setelah sebentar mengobrol dan membiarkan makanan turun, kami segera menuju tahu Tauhid. Postingan tentang tahu Tauhid akan segera menyusul. 😀 Yang jelas, tetap kalap, tetap sehat, dan tetap bahagia. 🙂

Tak Berkategori

Halo dunia!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.